Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Aturan Baru, Warga Amerika yang Telah Divaksin Covid-19 Bisa Bepergian

CDC terus menekankan aturan bahwa penumpang harus memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial selama bepergian.

Aturan Baru, Warga Amerika yang Telah Divaksin Covid-19 Bisa Bepergian
AFP/Freepik
Ilustrasi vaksin Pfizer Vaksin Covid-19 dari Pfizer terbukti 100% efektif dalam menghentikan penyakit serius akibat virus corona pada usia 12 hingga 15 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) telah memperbaharui pedoman virus corona (Covid-19) dan memberikan lampu hijau kepada warga Amerika yang telah divaksinasi untuk bisa bepergian.

Namun mereka harus tetap menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (2/4/2021), pedoman baru ini dikeluarkan pada hari Jumat waktu setempat dan berlaku untuk wisatawan yang melakukan perjalanan di wilayah AS maupun tujuan internasional.

Wisatawan yang telah menerima vaksinasi terakhir selama lebih dari dua minggu sebelum tanggal keberangkatan, tidak perlu menunjukkan hasil tes negatif untuk bisa naik pesawat atau melakukan karantina saat kembali.

Baca juga: Suplai Vaksin Covid-19 Terhambat, Laju Vaksinasi Melambat

Sementara wisatawan internasional masih harus menunjukkan hasil tes negatif jika negara tujuan mereka memberlakukan peraturan tersebut.

CDC terus menekankan aturan bahwa penumpang harus memakai masker dan mempraktikkan jarak sosial selama bepergian.

Ini merupakan nasihat yang agak membingungkan, mengingat organisasi tersebut menyatakan pada awal pekan ini bahwa orang yang divaksinasi dapat berkumpul di dalam ruangan dengan kerabat selama momen libur Paskah tanpa mengenakan masker.

Meskipun pedoman CDC ini tidak wajib dilakukan, namun pedoman tersebut biasanya diikuti oleh lembaga pemerintah dan sektor bisnis.

Saat peluncuran vaksin AS berlanjut, perdebatan terkait pengenalan 'paspor vaksin' pun telah mencuat.

Penentang paspor vaksin menganggapnya sebagai pelanggaran kebebasan sipil, sementara para pendukung paspor vaksin menilai langkah ini diperlukan untuk mencegah kembali meningkatnya angka Covid-19.

Presiden AS Joe Biden pun telah menyerahkan pengembangan sistem paspor mereka sendiri kepada perusahaan swasta, namun negara tersebut kemungkinan akan mengatur apapun yang dihasilkan oleh sektor swasta.

Perlu diketahui, lebih dari 50 juta orang Amerika telah divaksinasi secara penuh.

Pedoman terbaru CDC AS ini muncul beberapa hari setelah studi CDC menemukan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna mengurangi risiko penularan Covid-19 hingga 90 persen. 

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas