Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ilmuwan Pentagon Kembangkan Microchip yang Bisa Deteksi Covid-19, Ditanam di Bawah Kulit

Peneliti Pentagon mengembangkan microchip yang dapat dimasukkan di bawah kulit untuk mendeteksi Covid-19 bahkan sebelum gejala muncul

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Ilmuwan Pentagon Kembangkan Microchip yang Bisa Deteksi Covid-19, Ditanam di Bawah Kulit
CBS 60 minutes
Matt Hepburn menjelaskan bagaimana microchip itu akan digunakan untuk mencegah wabah Covid-19 lebih lanjut. Peneliti Pentagon mengembangkan microchip yang dapat dimasukkan di bawah kulit untuk mendeteksi Covid-19 bahkan sebelum seseorang mulai menunjukkan gejala. 

Virus dideteksi dari sampel air liur manusia.

Tingkat akurasi deteksi anjing tersebut mencapai 94 persen, Mirror melaporkan.

Anjing-anjing itu dikondisikan untuk mengendus "bau corona" yang berasal dari sel pada orang yang terinfeksi, kata Esther Schalke, seorang dokter hewan di sekolah angkatan bersenjata Jerman untuk anjing pelayan.

Holger Volk, kepala klinik hewan mengatakan, "Kami melakukan penelitian di mana anjing kami mengendus sample dari pasien positif Covid."

"Kami dapat mengatakan bahwa mereka memiliki probabilitas 94 persen dalam penelitian kami ... bahwa mereka dapat mengendusnya."

"Jadi anjing benar-benar dapat mengendus orang dengan infeksi dan tanpa infeksi, serta pasien Covid tanpa gejala dan gejala."

Baca juga: Alat Deteksi GeNose Segera Diterapkan, Pakar: Kita Boleh Optimistis Tapi Juga Harus Realistis

Baca juga: Indonesia Miliki Alat Pendeteksi Covid-19 Melalui Sampel Bau Ketiak

03 Februari 2021, Lower Saxony, Hanover: Anjing gembala Belgia Filou duduk di Universitas Kedokteran Hewan (TiHo). Anjing tersebut mampu mengenali sampel air liur dari orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan dapat digunakan pada berbagai acara di masa depan
03 Februari 2021, Lower Saxony, Hanover: Anjing gembala Belgia Filou duduk di Universitas Kedokteran Hewan (TiHo). Anjing tersebut mampu mengenali sampel air liur dari orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan dapat digunakan pada berbagai acara di masa depan (Ole Spata / DPA / dpa Picture-Alliance via AFP)

Filou, Gembala Belgia berusia 3 tahun, dan Joe Cocker, Cocker Spaniel berusia 1 tahun, adalah dua anjing yang sedang dilatih di Universitas Kedokteran Hewan Hanover itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Stephan Weil, perdana menteri Lower Saxony, negara bagian di mana Hanover adalah ibukotanya, mengatakan dia terkesan dengan penelitian tersebut.

Ia juga menyerukan uji kelayakan sebelum anjing pelacak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada orang-orang yang menghadiri konser.

Ia menambahkan, "Kami sekarang membutuhkan tes di acara-acara tertentu."

Di Finlandia, anjing yang dilatih untuk mendeteksi virus corona baru mulai mengendus sampel penumpang di bandara Helsinki-Vantaa Finlandia September lalu.

03 Februari 2021, Lower Saxony, Hanover: Cocker Spaniel Joe mengendus mesin pelatihan untuk anjing pendeteksi Corona di University of Veterinary Medicine (TiHo). Anjing tersebut mampu mendeteksi sampel air liur dari orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan dapat digunakan pada acara-acara di masa depan.
03 Februari 2021, Lower Saxony, Hanover: Cocker Spaniel Joe mengendus mesin pelatihan untuk anjing pendeteksi Corona di University of Veterinary Medicine (TiHo). Anjing tersebut mampu mendeteksi sampel air liur dari orang yang terinfeksi SARS-CoV-2 dan dapat digunakan pada acara-acara di masa depan. (Ole Spata / DPA / dpa Picture-Alliance via AFP)

Metode itu merupakan bagian dari sebuah proyek percontohan bersama pengujian umum di bandara.

Bandara internasional Santiago, Chili juga menggunakan detektor anjing.

Di Rusia, anjing kecil mirip rubah yang disebut Shalaikas juga sedang dilatih untuk mendeteksi virus corona, The Moscow Times melaporkan sebelumnya.

Di Inggris, dalam sebuah percobaan yang didukung oleh dana pemerintah £ 500.000, sedang mencari tahu apakah anjing dapat dilatih untuk mengendus virus.

Penelitian itu melibatkan ilmuwan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Durham University.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lain seputar deteksi virus corona

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas