Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PM Pakistan Imran Khan Serukan agar Barat Mengkriminalisasi Penistaan terhadap Islam

Imran Khan meminta negara-negara mayoritas Muslim untuk bersatu melobi pemerintah Barat agar mengkriminalisasi penistaan terhadap nabi Islam.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in PM Pakistan Imran Khan Serukan agar Barat Mengkriminalisasi Penistaan terhadap Islam
Wakil KOHSAR / AFP
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berbicara dalam konferensi pers bersama dengan presiden Afghanistan di Istana Kepresidenan di Kabul pada 19 November 2020. 

“Apakah ada jaminan bahwa orang akan berhenti menghina nabi?" jelasnya.

"Saya jamin jika kita melakukan ini, jika Pakistan melakukan ini, maka hal yang sama akan terjadi di negara Eropa lainnya dalam masalah kebebasan berekspresi."

Pada Minggu, aktivis TLP menggerebek sebuah kantor polisi di Lahore, kota kedua Pakistan, menculik beberapa polisi dan mendorong tindakan keras baru yang membuat polisi menembakkan meriam air dan gas air mata saat mereka berusaha memulihkan petugas.

"Senin pagi, 11 petugas polisi yang diculik dibebaskan oleh TLP, saat negosiasi antara pemerintah provinsi di Punjab, di mana Lahore adalah ibu kotanya, dan delegasi TLP dimulai," kata Menteri Dalam Negeri, Sheikh Rasheed.

Baca juga: Setelah Dua Hari Divaksin, PM Pakistan Khan Positif Covid-19

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyaksikan konferensi Perdagangan dan Investasi di Kolombo pada 24 Februari 2021 pada hari kedua kunjungan resmi Khan ke Sri Lanka.
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menyaksikan konferensi Perdagangan dan Investasi di Kolombo pada 24 Februari 2021 pada hari kedua kunjungan resmi Khan ke Sri Lanka. (Ishara S. KODIKARA / AFP)

Baca juga: PM Pakistan Imran Khan dan sang Istri Dinyatakan Positif Covid-19, Hanya 2 Hari setelah Divaksinasi

Pir Ijaz Ashrafi, pemimpin pusat TLP, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa empat aktivis TLP juga tewas dalam kekerasan hari Minggu, tetapi Al Jazeera tidak dapat secara independen mengkonfirmasi jumlah korban tewas.

Minggu lalu, pemerintah Pakistan menetapkan TLP sebagai organisasi "teroris" di bawah undang-undang anti-terorisme, dan mengatakan akan memulai proses penghapusan kelompok tersebut sebagai partai politik yang diakui oleh Komisi Pemilihan Umum negara itu.

Pada Senin, Menteri Penerangan Fawad Chaudhry mengatakan, putaran kedua negosiasi dengan kelompok tersebut telah selesai dan putaran ketiga dimulai pada Senin malam.

Rekomendasi Untuk Anda

Tahap pembicaraan selanjutnya akan mencakup Menteri Dalam Negeri Rasheed dan Menteri Urusan Agama Noor-ul-Haq Qadri, katanya.

Berita lain terkait Pakistan

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas