Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kudeta di Chad Sepeninggal Presiden Idris Deby Itno yang Tewas di Pertempuran

Pemimpin militer Chad menunjuk Mahmud ibn Idriss Déby Itno, putra penguasa tujuh periode itu, sebagai pengganti Idris Deby.

Kudeta di Chad Sepeninggal Presiden Idris Deby Itno yang Tewas di Pertempuran
Africa Feeds
Presiden Chad Idris Deby Itno meninjau pasukan di garis depan. Tentara Chad dikenal pemberani dan banyak bertempur di berbagai front bersama pasukan Prancis, bekas penjajah negara itu. 

TRIBUNNEWS.COM, N’DJAMENA – Presiden Chad, Idris Deby Itno meninggal akibat pertempuran di medan konflik melawan kelompok pemberontak Front for Alternation and Concord in Chad (FACT), Selasa (20/4/2021).

Kelompok bersenjata itu sebelumnya bergerak cepat menuju ibu kota N’Djamena. Idris Deby turut ke garis depan, namun ia dilaporkan tertembak di tengah pertempuran.

Secara cepat, pemimpin militer Chad menunjuk Mahmud ibn Idriss Déby Itno, putra penguasa tujuh periode itu, sebagai pengganti Idris Deby.

Chad merupakan satu dari beberapa negara Afrika yang dikendalikan militer, tergantung diplomasi utang, dan kehadiran perusahaan multinasional dalam ekstraksi sumber daya.

Bangsa Sahel memainkan peran kunci dalam mempertahankan kehadiran militer Prancis di Negara Afrika Barat itu.

Baca juga: Presiden Chad Tewas Ditembak Saat Kunjungi Pasukan di Garis Depan yang Bertempur melawan Pemberontak

Baca juga: Presiden Chad Idriss Deby Tewas Saat Berperang Lawan Pemberontak

Para kritikus menyebut langkah penunjukan pputra Idris Deby itu kudeta konstitusi Chad. Itu juga menjadi pesan politis ke Prancis, mantan penjajah Chad dan sekutu dekat mereka.

Juru bicara militer Chad, Azem Bermandoa Agouna, mengumumkan kematian Presiden Déby di saluran televise nasional.

Sebelum akhirnya tewas, Idris Deby baru saja memenangkan masa jabatan keenam sebagai presiden dalam pemilihan yang memberinya 79 % suara kemenangan.

Militer kini bergerak cepat mengamankan posisi Mahmud Idriss yang masih berusia 37 tahun, sekaligus menangguhkan konstitusi dan membentuk dewan transisi 18 bulan.

Tentara juga membubarkan pemerintah dan Majelis Nasional, menutup semua perbatasan udara dan darat, dan memberlakukan jam malam dari jam 6 sore sampai jam 5 pagi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Setya Krisna Sumarga
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas