Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Gubernur Ehime Jepang Menangis Terharu Saat Kotanya Dilewati Estafet Obor Olimpiade

Gubernur Ehime Jepang, Tokihiro Nakamura (61) sempat menangis terharu saat estafet obor olimpiade tiba di daerahnya, Rabu (21/4/2021).

Gubernur Ehime Jepang Menangis Terharu Saat Kotanya Dilewati Estafet Obor Olimpiade
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Gubernur Ehime Jepang, Tokihiro Nakamura (61). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Gubernur Ehime Jepang, Tokihiro Nakamura (61) sempat menangis terharu saat estafet obor olimpiade tiba di daerahnya, Rabu (21/4/2021). Dan peristiwa ini menjadi salah satu berita besar di Jepang.

"Saya ingin sekali meminta maaf kepada masyarakat atas pembatalan estafet di jalan umum sehingga estafet harus dilakukan di jalan-jalan kecil menjauhkan dari kerumunan orang di Kota Matsuyama," kata Gubernur Nakamura sambil terisak menangis dan air mata bercucuran di wajahnya.

Untuk mencegah terjadinya keramaian, penonton tidak diperbolehkan berada di tempat-tempat besar keramaian tersebut, dan area sekitarnya dikelilingi oleh tenda putih untuk tujuan menutup mata.

Di taman tempat matahari terbenam, pengumuman pembacaan nama pelari dan tepuk tangan dari masyarakat yang bersangkutan bergema, dan obor yang menghubungkan sekitar 90 orang itu dinyalakan di atas plat obor di atas panggung.

Baca juga: Olimpiade Jepang Jalan Terus Sesuai Rencana Sambil Antisipasi Corona

Kemudian Gubernur Nakamura akhirnya memberikan sambutan sambil menangis terharu bersama pelari di belakangnya.

"Saya tidak bisa berlari, tetapi saya senang menyalakannya pikiranku. Saya harap Anda semua dapat menghubungkan obor dengan baik satu sama lain untuk menghidupkan kembali kehidupan yang lebih baik lagi di Olimpiade mendatang," kata Reiko Tosa (44), yang memenangkan tempat ke-5 di Maraton Wanita Olimpiade Athena, yang menyalakan pelat obor sebagai perwakilan dari grup pelari.

Pada titik terakhir hari pertama, Kota Matsuyama, Ehime, ada upacara penyalaan alih-alih estafet di jalan umum.

Dua puluh tujuh kelompok yang terdiri dari 27 pelari, yang dijadwalkan untuk berlari di kota, berbaris secara berkala dan menghubungkan obor dengan "ciuman obor," yang mentransfer api dari obor ke obor.

Masyarakat pun diam, namun memberikan semangat dengan tepuk tangan ramai sebagai bagian dari antisipasi pandemi, tidak bicara, hanya tepuk tangan saja.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas