Tribun

Mobil Listrik Pertama Lebanon Meluncur di Tengah Krisis Ekonomi

Pemerintah Lebanon meluncurkan mobil listrik pertamanya, meski tengah berjuang di tengah krisis ekonomi yang mengerikan.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Mobil Listrik Pertama Lebanon Meluncur di Tengah Krisis Ekonomi
ANWAR AMRO / AFP
Sebuah model bersandar pada kap "Quds Rise", mobil listrik pertama yang diproduksi di Lebanon, selama upacara pembukaan di Khaldeh, selatan ibu kota Beirut, pada 24 April 2021. Kisi-kisi emas depan melambangkan masjid Al-Aqsa Kubah Batu di Yerusalem. Mobil listrik buatan Lebanon memulai debutnya dengan dua kali lipat untuk negara Mediterania yang tidak pernah memproduksi mobil dan didera krisis ekonomi dan pemadaman listrik. 

Mohammad menjelaskan tujuan jangka panjangnya adalah bersaing di pasar internasional untuk mobil hibrida dan listrik, serta melakukan penjualan di Lebanon.

Namun pernyataan itu terjadi ketika Lebanon berjuang di tengah krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade, dan penjualan mobil impor berada pada rekor terendah, sebagian karena kontrol modal dan devaluasi drastis di pasar gelap.

Baca juga: Parah, Fitur Autopilot Tesla Ternyata Bisa Dikelabui Tanpa Pengemudi

Baca juga: Teknologi Autopilot Tesla Kembali Bermasalah, Elon Musk Menyangkal Lagi di Twitter

Pengusaha Palestina kelahiran Lebanon Jihad Mohamad, tiba dengan
Pengusaha Palestina kelahiran Lebanon Jihad Mohamad, tiba dengan "Quds Rise", mobil listrik pertama yang diproduksi di Lebanon, dalam upacara pembukaan di Khaldeh, selatan ibu kota Beirut, pada 24 April 2021. Mobil listrik buatan lokal melakukan debut ganda pertama untuk negara Mediterania yang tidak pernah memproduksi mobil dan didera krisis ekonomi dan pemadaman listrik. (ANWAR AMRO / AFP)

Arah yang Benar?

Dealer hanya menjual 62 mobil baru dalam dua bulan pertama 2021.

Jumlah ini hampir 97 persen lebih sedikit dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Demikian angka yang dirilis oleh Asosiasi Importir Mobil di Lebanon.

Krisis ekonomi dimulai sejak akhir 2019 telah menjerumuskan lebih dari separuh penduduk Lebanon ke dalam kemiskinan.

Mohammad mengatakan, pembeli potensial Lebanon akan ditawarkan kesempatan untuk membayar setengah dari mobil listrik baru dalam dolar.

Sisanya dibayar dalam pound Lebanon dengan nilai tukar yang lebih baik daripada pasar gelap, untuk dibayar selama lima tahun tanpa bunga.

Lebanon juga bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik, yang sudah tidak mencukupi untuk populasi sekitar enam juta yang mengalami pemadaman listrik setiap hari.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas