Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aniaya dan Tak Bayar Gaji TKI, Majikan di Singapura Diadili

Seorang wanita Singapura berusia 42 tahun diadili atas tuduhan  menganiaya asisten rumah tangga asal Indonesia dan tidak membayarnya tepat waktu selam

Aniaya dan Tak Bayar Gaji TKI, Majikan di Singapura Diadili
Istimewa
ilustrasi.Pekerja rumah tangga (PRT) asal Jawa Barat, Indonesia, diduga menjadi korban penganiayaan oleh dua majikannya di Malaysia. Kondisi fisik korban sangat kurus karena tidak diberikan makanan yang layak. Korban juga tidak pernah digaji selama lima tahun bekerja. 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA — Seorang wanita Singapura berusia 42 tahun diadili atas tuduhan  menganiaya asisten rumah tangga asal Indonesia dan tidak membayarnya tepat waktu selama berbulan-bulan.

Demikian dokumen dakwaan terhadap Ummi Kalsum Ali  di pengadilan pada Rabu (28/4/2021) seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (29/4/2021).

Ummi Kalsum Ali dijerat 10 dakwaan berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Asing.

Dia diduga menyerang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Sugiyem Samad Radimah yang berusia 49 tahun, dalam beberapa kesempatan antara Februari hingga Oktober tahun lalu di apartemennya.

Menurut dokumen pengadilan, Ummi sengaja menampar wajah dan telinga  Sugiyem.

Dia juga berulang kali menempelkan setrika panas ke lengan kanan Sugiyem berulang kali pada Oktober 2020.

Ummi juga didakwa meninju mata Sugiyem dengan kepalan tangannya dan memukul matanya dengan berbagai benda, termasuk gantungan baju.

Hal ini menyebabkan korban mengalami kerusakan permanen pada penglihatannya, pada kedua matanya.

Dia juga menghadapi sembilan dakwaan lainnya karena gagal membayar gaji bulanan Sugiyem sebesar S$ 670  atau setara Rp7,3 juta dari Januari hingga September 2020.

Dokumen pengadilan juga menunjukkan bahwa Ummi lalai memberikan perhatian medis dan pengobatan kepada korban, setidaknya pada enam kesempatan terpisah.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas