Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lagi, 11 TKW Jadi Korban Eksploitasi Majikan di Selangor Malaysia, Diselamatkan dengan Cara Ini

11 TKW Indonesia diduga menjadi menjadi korban eksploitasi kerja oleh majikannya dan berhasil diselamatkan Polis Diraja Malaysia

Lagi, 11 TKW Jadi Korban Eksploitasi Majikan di Selangor Malaysia, Diselamatkan dengan Cara Ini
IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, SELANGOR - Sebanyak 11 tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia diduga menjadi menjadi korban eksploitasi kerja oleh majikannya, berhasil diselamatkan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Divisi Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran (ATIPSOM), Kamis (29/4/2021) dini hari.

Berdasarkan informasi dari Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi, mereka merupakan 11 perempuan WNI dari total 22 warga asing pekerja di sebuah restoran di Klang, Selangor, Malaysia yang diselamatkan PDRM.

Yoshi mengatakan operasi penyelamatan ini didukung Badan Reserse Kriminal Bukit Aman (CID) dan Satgas Dewan Anti Perdagangan Manusia (MAPO) Kementerian Dalam Negeri (KDN) Malaysia.

Baca juga: Cerita Kakak Adik Nyaris Jadi Korban Human Trafficking, Ditipu Penyalur TKW, Ini Nasibnya Sekarang

“Seluruh korban termasuk 11 pekerja migran WNI saat ini berada ditempat perlindungan di bawah PDRM,” kata Yoshi dalam keterangannya.

Operasi penyelamatan yang dipimpin oleh Divisi ATIPSOM PDRM setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan dilakukan penyelidikan sebelumnya.

Baca juga: Eni TKW Dari Indramayu Alami Stroke dan Kanker Stadium 4 di Taiwan, Hari Ini Dijemput BP2MI

Dalam operasi tersebut, DIvisi ATIPSOM PDRM juga langsung menangkap tiga pria lokal berusia 29 hingga 60 tahun yang diduga merupakan majikan dan penjaga restoran atau asrama.

Menurut pihak PDRM, dari operasi tersebut terdapat indikasi awal terjadinya eksploitasi kerja berupa penerapan jam kerja yang melebihi batas dan tidak diberikan libur kerja dan penggunaan ponsel harus izin majikan.

Hal yang sangat miris,  gaji pekerja dibayarkan sangat rendah hanya RM 10 perhari tidak sesuai dengan janji pemberian gaji yakni sebesar RM 1500 perbulannya.

“Mereka dikurung di asrama di bawah ancaman kekerasan fisik oleh majikan apabila pekerja kabur dari asrama,” lanjutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas