Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Kekurangan Vaksin Covid-19, Beberapa Kota di Brazil Tangguhkan Pemberian Dosis Kedua

Tujuh dari 26 ibu kota negara bagian Brazil telah berhenti memberikan suntikan vaksin Sinovac karena kurangnya pasokan.

Kekurangan Vaksin Covid-19, Beberapa Kota di Brazil Tangguhkan Pemberian Dosis Kedua
freepik.com
Ilustrasi vaksin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM - Kekurangan vaksin Covid-19 telah memaksa beberapa kota besar di Brazil untuk menangguhkan pemberian dosis kedua.

Melansir Medical Express, berdasarkan laporan media setempat mengatakan rincian terbaru dalam upaya imunisasi bermasalah di negara tersebut, Selasa (4/5/2021).  

Menteri Kesehatan Marcelo Queiroga, mengatakan kekurangan vaksin dosis kedua disebabkan oleh kesalahan logistik pendahulunya, yakni jenderal angkatan darat Eduardo Pazuello, yang dipecat Bolsonaro pada Maret lalu.

Baca juga: Pemerintah Cari Solusi Pembiayaan PCR Test dan Vaksinasi Bagi Pekerja Migran

Di bawah Pazuello, kementerian kesehatan memutuskan untuk melepaskan cadangan dosis kedua yang akan diberikan sebagai dosis pertama, dalam upaya untuk mempercepat kampanye vaksinasi Brasil.

Tetapi dosis tambahan yang diharapkan untuk menggantikannya belum tiba tepat waktu.

Seperti diketahui, tujuh dari 26 ibu kota negara bagian Brazil telah berhenti memberikan suntikan vaksin Sinovac karena kurangnya pasokan.

Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona ((Shutterstock/Petovarga))

Dan Rio de Janeiro, kota kedua Brasil, pada Sabtu (1/5) lalu mengumumkan bahwa mereka menghentikan dosis kedua vaksin selama 10 hari, sebelum merevisi kalender imunisasinya untuk memastikan suntikan yang akan diberikan untuk kelompok usia.

Kota berpenduduk 6,7 juta orang itu melanjutkan dosis kedua pada hari Senin (3/5), dimulai dengan orang berusia lebih dari 70 tahun.

Namun, mereka yang berusia di bawah 60 tahun, termasuk petugas kesehatan, harus menunggu dua hingga 12 hari melebihi interval 28 hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas