Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Menteri Marukawa Sesalkan Tindakan Ijime terhadap Pegulat Profesional Jepang Hana Kimura

Ucapan Menteri Marukawa juga ditujukan kepada media sosial yang meminta Rikako Ikee agar memboikot Olimpiade.

Menteri Marukawa Sesalkan Tindakan Ijime terhadap Pegulat Profesional Jepang Hana Kimura
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Menteri Negara untuk Kesetaraan Gender dan Menteri Negara penanggung jawab Olimpiade Tokyo dan Paralympic Games Jepang, Tamayo Marukawa (50). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Negara untuk Kesetaraan Gender sekaligus Menteri Negara Penanggung Jawab Olimpiade Tokyo dan Paralympic Games Jepang, Tamayo Marukawa menyesalkan tindakan ijime (bully) terhadap almarhum Hana Kimura yang dilakukan banyak orang lewat berbagai posting di media sosial saat dia masih hidup.

"Tidak bisa dimaafkan dan sangat disayangkan sekali ijime verbal yang dilakukan banyak orang terhadap Hana Kimura saat dia masih hidup," papar Menteri Marukawa, Senin (11/5/2021).

Menteri Marukawa sangat berharap hal tersebut jangan sampai terulang kembali di masa depan dan untuk atlet sekarang yang ada pun jangan sampai di-ijime.

Ucapan Menteri Marukawa juga ditujukan kepada media sosial yang meminta Rikako Ikee, seorang perenang yang berhasil mengatasi leukemia dan ditunjuk sebagai perwakilan Olimpiade, dibujuk beberapa orang melalui postingan mereka agar memboikot Olimpiade.

"Saya sangat menyesal postingan ajakan boikot tersebut. Kekerasan verbal terhadap individu tidak dapat diterima oleh siapa pun dengan alasan apa pun," katanya.

Baca juga: Ibu Pegulat Jepang Hana Kimura Gugat Seorang Pria Pemfitnah Putrinya Sebesar 2,97 Juta Yen

Meninggalnya pegulat profesional Jepang Hana Kimura (ayahnya seorang WNI) di usia 22 tahun tanggal 23 Mei 2020 lalu diduga karena ijime (bully) yang dilakukan di medsos Jepang.

Ibu dari Hana Kimura, Kyoko Kimura (43) menuntut kerugian sebesar 2,93 juta yen kepada orang yang memfitnah putrinya Hana Kimura yang meninggal Mei 2020 karena bunuh diri.

"Gugatan perdata mencari ganti rugi 2,94 juta yen telah disampaikan ke Pengadilan Distrik Tokyo (Hakim Momoko Ikehara) hari ini," ungkap Kyoko kepada pers, Rabu (21/4/2021).

Kyoko menuntut seorang pria Nagano yang memposting fitnah di sebuah media sosial Jepang (twitter) dan dianggap sebagai penyebab kematian putrinya, Hana Kimura.

Pegulat Jepang berdarah Indonesia, Hana Kimura.
Pegulat Jepang berdarah Indonesia, Hana Kimura. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Vonis pengadilan akan dijatuhkan pada tanggal 19 Mei mendatang.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas