Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kapal Pengawal MSDF Jepang Akan Diproduksi di Indonesia

Akhir  bulan Maret, pemerintah Jepang dan Indonesia mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Pertahanan (2 plus 2) di Tokyo dan menandatan

Kapal Pengawal MSDF Jepang Akan Diproduksi di Indonesia
Foto: Biro Humas Setjen Kemhan
Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang HE Nobuo Kishi, di Tokyo, Jepang pada Minggu (28/3/2021). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Akhir  bulan Maret, pemerintah Jepang dan Indonesia mengadakan Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri dan Pertahanan (2 plus 2) di Tokyo dan menandatangani perjanjian relokasi.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa peralatan yang akan ditransfer harus dikelola dengan baik, dan merupakan kerangka hukum yang sangat diperlukan untuk transfer peralatan.

"Sebenarnya di awal kita proses penyesuaian dengan mengundang Menteri Pertahanan Prabowo untuk merundingkan relokasi kapal, dan 2 plus 2 adalah retrofit. Akibatnya, pihak Jepang menyelesaikan prosedur internal pemerintah mengenai perjanjian tersebut dengan kecepatan yang tidak biasa dalam pada saat meeting 2 tambah 2, dan pembicaraan dengan Indonesia dipercepat," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (12/5/2021).

Dalam produksi bersama perlengkapan militer tersebut, akan terlebih dahulu membangun beberapa kapal yang memenuhi kebutuhan TNI AL berdasarkan kapal pengawal Jepang MSDF (Marine Self Defense Force), kemudian memindahkan pangkalan ke galangan kapal Indonesia sambil mentransfer teknologi untuk membangun beberapa kapal.

"Pertimbangkan rencana tersebut. Skala bisnisnya diperkirakan mencapai beberapa ratus miliar yen," tambahnya.

Seorang pejabat tinggi pemerintah Jepang mengungkapkan, "Prabowo melihat Jepang sebagai favoritnya. Namun, pemerintah Indonesia bukanlah monolit, dan ada banyak pandangan bahwa Jepang dan Italia dipertimbangkan dan peluang menang adalah lima puluh lima puluh."

Seorang pejabat senior lainnya menganalisa bahwa, "Indonesia sedang melihat ke tiga arah." Ketiga arah itu adalah Jepang, Italia, dan China.

Indonesia memiliki jumlah impor dan ekspor terbesar dari China, dan vaksin corona baru dipasok dengan vaksin buatan China.

Italia berpartisipasi dalam inisiatif zona ekonomi raksasa China "One Belt, One Road".

Ada resiko China akan menyelinap masuk ke relokasi kapal dari Jepang, Indonesia juga akan melihat corak China, dan akan terbang ke  Itali, tambahnya menganalisa kemungkinan yang ada.

Produksi bersama dan ekspor yang dapat dikenali di bawah tiga prinsip alutsista adalah kasus-kasus yang memiliki "signifikansi positif" dalam kaitannya dengan keamanan Jepang, dan wilayah laut di mana Indonesia terancam oleh China merupakan titik kunci jalur laut Jepang.

Produksi bersama akan meningkatkan kemampuan koping dan teknologi Indonesia, berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan, dan berkontribusi pada kepentingan nasional Jepang.

Memperkuat hubungan dengan Indonesia, yang merupakan wiraswasta pemimpin ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), memiliki arti yang berlapis-lapis, dan pemerintah perlu bekerja sama dengan baik untuk menerima pesanan.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas