Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Pendidikan Budaya Jepang Beda Pendapat Dengan Gubernur Tokyo Soal Penutupan Museum

Pemda Tokyo menginginkan  ditutup sementara karena keadaan darurat (PSBB), setelah tanggal 12 Mei, namun pihak kementerian pendidikan kebudayaan Jepan

Menteri Pendidikan Budaya Jepang Beda Pendapat Dengan Gubernur Tokyo Soal Penutupan Museum
Richard Susilo
Menteri Pendidikan Jepang, Koichi Hagiuda (57) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Terdapat perbedaan pendapat, ketidaksesuaian antara kebijakan wilayah nasional dan metropolitan Tokyo atas pengoperasian Museum Nasional dan pusat kebudayaan lain untuk masyarakat di Tokyo.

"Pemda Tokyo menginginkan  ditutup sementara karena keadaan darurat (PSBB), setelah tanggal 12 Mei, namun pihak kementerian pendidikan kebudayaan Jepang minta membuka namun diperpendek jam bukanya," papar sumber Tribunnews.com Rabu (12/5/2021).

Badan Urusan Kebudayaan, yang berencana untuk buka kembali setelah jam kerja yang dipersingkat, diminta oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo untuk terus tutup.

Pemerintah dan ibu kota akhirnya  mengadakan diskusi serius kemarin (11/5/2021) untuk memutuskan tanggapan akhir.

Koichi Hagiuda, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi, yang memiliki yurisdiksi atas Badan Urusan Kebudayaan, mengatakan pada konferensi pers setelah rapat Kabinet kemarin (11/5/2021), "Saya ingin memahami jika dinilai penutupan  akan meningkatkan efek (pencegahan infeksi) dan menyarankan kemungkinan untuk memperpanjang penutupan."

Dengan berlanjutnya keadaan darurat, pemerintah meminta agar jam kerja museum dan galeri seni di atas 1.000 meter persegi dipersingkat pada pukul 20.00.

Di sisi lain, Pemerintah Metropolitan Tokyo menuntut agar fasilitas tersebut diterus ditutup karena adanya langkah-langkah darurat yang ditetapkan pada tanggal 7 Mei lalu.

Ibukota menjelaskan dalam surat yang dikirim ke Badan Urusan Kebudayaan pada tanggal 10 Mei  bahwa "jumlah orang yang baru terinfeksi dan orang yang sakit parah tetap pada tingkat tinggi, dan pengaruh strain mutan yang sangat menular juga sangat memprihatinkan."

Lebih lanjut   menegaskan bahwa   telah berulang kali menjelaskan dan meminta kepada Dinas Kebudayaan, dengan mengatakan bahwa "keputusan diambil melalui konsultasi dengan Sekretariat Kabinet", disampaikan kepada pemda Tokyo secara tertulis.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas