Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Israel Serang Jalur Gaza

Presiden Turki Erdogan kepada Vladimir Putin: Israel Harus Diberi Pelajaran

Erdogan mengatakan Putin bahwa komunitas internasional harus "memberi Israel pelajaran keras dan mencegah" perilakunya terhadap Palestina.

Presiden Turki Erdogan kepada Vladimir Putin: Israel Harus Diberi Pelajaran
AYTAC UNAL / ANADOLU AGENCY / ANADOLU AGENCY VIA AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat pernyataan saat konferensi pers menyusul rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turki pada 26 April 2021 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa komunitas internasional harus "memberi Israel pelajaran keras dan mencegah" perilakunya terhadap Palestina.

Dikutip dari Al Jazeera, Erdogan mengatakan hal itu selama panggilan telepon dengan Putin pada Rabu (12/5/2021).

Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki mengatakan, pembicaraan dua pemimpin negara itu berlangsung di tengah meningkatnya kekerasan di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Permusuhan berkobar setelah Hamas, mengeluarkan ultimatum pada Senin menuntut agar pasukan keamanan Israel mundur dari kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem setelah tindakan keras terhadap warga Palestina.

Baca juga: Erdogan Desak Kekuatan Internasional Lindungi Rakyat Palestina dari Agresi Israel

Baca juga: Jemaah Palestina Diserang Polisi Israel di Masjid Al Aqsa, Erdogan: Israel Negara Teroris yang Kejam

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat pernyataan saat konferensi pers menyusul rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turki pada 26 April 2021
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat pernyataan saat konferensi pers menyusul rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turki pada 26 April 2021 (AYTAC UNAL / ANADOLU AGENCY / ANADOLU AGENCY VIA AFP)

Peningkatan serangan tersebut dipicu oleh rencana Israel yang secara paksa mengusir penduduk dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur yang diduduki untuk memberi wilayah baru bagi pemukim Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak serangan pada Senin malam mencapai 56 orang, termasuk 14 anak-anak.

Lebih dari 300 lainnya terluka dan enam orang Israel juga tewas.

Pernyataan Turki pada Rabu mengatakan Erdogan menekankan perlunya "komunitas internasional untuk memberi Israel pelajaran yang kuat dan mencegah".

Erdogan juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera campur tangan dengan "pesan yang tegas dan jelas" kepada Israel.

Asap mengepul setelah serangkaian serangan udara Israel menargetkan Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, pada awal 12 Mei 2021. Serangan udara Israel di Jalur Gaza telah menghantam rumah anggota berpangkat tinggi kelompok militan Hamas, militer mengatakan Rabu , dengan markas polisi wilayah juga menjadi sasaran.
Asap mengepul setelah serangkaian serangan udara Israel menargetkan Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, pada awal 12 Mei 2021. Serangan udara Israel di Jalur Gaza telah menghantam rumah anggota berpangkat tinggi kelompok militan Hamas, militer mengatakan Rabu , dengan markas polisi wilayah juga menjadi sasaran. (SAID KHATIB / AFP)

Baca juga: Presiden Erdogan Kecam Presiden Biden, Sindir Genosida Suku India Amerika

Pernyataan itu mengatakan, Erdogan menyarankan kepada Putin bahwa pasukan perlindungan internasional diperlukan untuk melindungi Palestina.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas