Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menyebar Lebih Cepat, Varian Covid-19 B1617 dari India Terdeteksi di 8 Negara Amerika hingga Inggris

Varian virus corona (COVID-19) yang diketahui menyebar lebih cepat, telah terdeteksi di 8 negara amerika, di Karibia, Singapura hingga Inggris.

Menyebar Lebih Cepat, Varian Covid-19 B1617 dari India Terdeteksi di 8 Negara Amerika hingga Inggris
freepik
Ilustrasi Covid-19 - Varian virus corona (COVID-19) yang diketahui menyebar lebih cepat, telah terdeteksi di 8 negara amerika, di Karibia, Singapura hingga Inggris. 

TRIBUNNEWS.COM - Varian virus corona (COVID-19) B1617 yang pertama kali terdeteksi di India telah menyebar ke beberapa negara, Channel News Asia melaporkan.

Varian B1617 telah ditemukan pada laporan kasus harian di delapan negara di benua Amerika, termasuk Kanada dan Amerika Serikat, kata Jairo Mendez, seorang ahli penyakit menular WHO.

Orang yang terinfeksi oleh varian tersebut termasuk pelancong di Panama dan Argentina yang datang dari India atau Eropa.

Di Karibia, kasus varian B1617 telah terdeteksi di Aruba, St Maarten Belanda dan departemen Guadeloupe Prancis.

Strain mutan juga telah terdeteksi di Singapura, serta di Inggris.

"Varian ini memiliki kapasitas transmisi yang lebih besar, tetapi sejauh ini kami belum menemukan konsekuensi tambahan apa pun," kata Mendez.

"Satu-satunya hal yang mengkhawatirkan adalah mereka menyebar lebih cepat," sambungnya.

Baca juga: Kamar Mayat dan Krematorium Penuh, Petugas Ambulans di India Diduga Buang Jenazah Covid-19 ke Sungai

Baca juga: Kasus Covid-19 di Sapporo Hokkaido Jepang Meningkat Gara-gara Oppabu

Lebih lanjut, pihak Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan, total kasus yang dikonfirmasi dari varian tersebut telah lebih dari dua kali lipat dalam seminggu terakhir menjadi 1.313 di seluruh Inggris.

"Kami cemas tentang itu, itu telah menyebar," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Johnson menambahkan, pemerintah Inggris akan mengadakan pertemuan membahas apa yang harus dilakukan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas