Tribun

Israel Serang Jalur Gaza

Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Naik Jadi 197 Orang, Termasuk 58 Anak-anak

Korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 197 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 perempuan.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Naik Jadi 197 Orang, Termasuk 58 Anak-anak
MAHMUD HAMS / AFP
Asap mengepul dari serangan udara Israel di kompleks Hanadi di Kota Gaza, dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 11 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM - Korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 197 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 perempuan.

Hal ini  menurut data Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir Kantor Berita Anadolu, Senin (17/5/2021).

Meskipun dunia internasional mengecam serangan mematikannya, Israel tetap melanjutkan serangannya di Gaza pada Sabtu malam hingga Minggu.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 42 warga Palestina, termasuk 10 perempuan dan 16 anak-anak, kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang dilakukan Israel sejak tengah malam.

Sementara jumlah korban luka mencapai 1.235 orang.

Baca juga: Korban Tewas Naik Jadi 181 Orang Akibat Serangan Israel di Gaza

Petugas hubungan Arab dan Turki kementerian Kesehatan, Anwar Atallah mengatakan kepada Anadolu, serangan Israel itu menyebabkan kehancuran besar, dan banyak korban tewas.

Ketegangan baru-baru ini yang dimulai di Yerusalem Timur pada bulan suci Ramadan lalu hingga menyebar ke Gaza setelah kelompok-kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah, jika mereka tidak dihentikan.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.

Kota ini menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Sebelumnya dilaporkan korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza ada 181 orang, termasuk 31 wanita dan 52 anak-anak hingga pada Minggu (16/5/2021).

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan darat telah mengambil bagian dalam serangan pra-fajar selama 40 menit, tidak ada yang menyeberang ke Jalur Gaza, di tengah konflik yang telah memasuki hari kelima tanpa tanda-tanda mereda.

Baca juga: Iran Dituding Bantu Hamas, Kenapa Negara Arab Justru Banyak Diam dalam Konflik Israel-Palestina?

Pejabat kesehatan di Gaza utara mengatakan seorang wanita dan ketiga anaknya tewas selama operasi Israel dan jenasah mereka ditemukan dari puing-puing rumah.

“Rentetan roket ke Israel selatan dengan cepat dibalas dengan serangan Israel,” kata juru bicara Israel yang seraya menambahkan serangan itu termasuk artileri dan tembakan tank dari dalam wilayah Israel.

Pertempuran paling serius antara Israel dan Paletina di Gaza sejak 2014 itu dimulai pada hari Senin setelah kelompok Hamas yang berkuasa di Palestina menembakkan roket di Yerusalem dan Tel Aviv sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas