Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mantan Ketua IM Japan Sekaligus Agen Pemagang Indonesia di Jepang Tersandung Kasus KKN

Jumlah total transaksi KKN mencapai hampir 600 juta yen, dan Kantor Kabinet mulai untuk menyelidiki kasus KKN yang melibatkan Kyoei Yanagisawa.

Mantan Ketua IM Japan Sekaligus Agen Pemagang Indonesia di Jepang Tersandung Kasus KKN
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Label pemagang IM Japan pada lengan seorang pemagang Indonesia. 

Artinya dia memesan barang dan bisnis secara kolusi.

Hal itu secara khusus, bertentangan dengan aturan internal penawaran kompetitif umum, semua kontrak dibuat secara sukarela, dan hanya beberapa eksekutif yang membuat keputusan tanpa melalui departemen yang bertanggung jawab.

Mantan Ketua Yanagisawa pernah menginstruksikan staf untuk menambahkan perusahaan kenalan.

Jumlah transaksi sekitar 600 juta yen dalam 9 tahun sampai dengan 2020.

"Kami memesan berbagai barang seperti komputer pribadi, jumper, dan tanaman dedaunan, dan total jumlah transaksi dalam sembilan tahun lebih dari 590 juta yen," ungkap sumber NHK.

Menurut laporan survei, mantan ketua tersebut memiliki hubungan dekat dengan kenalan wanita ini, seperti pergi makan dan bermain golf secara teratur.

Mantan ketua tersebut pensiun pada bulan Desember 2020 karena kondisi fisik yang buruk, tetapi komite pihak ketiga mengatakan bahwa transaksi ini "karena instruksi atau niat mantan ketua dengan kekuasaan yang luar biasa," dilakukan kepada perusahaan tertentu.

Ini menunjukkan bahwa itu melanggar ketentuan Undang-Undang Sertifikasi Perusahaan Kepentingan Umum, yang melarang tindakan yang memberikan manfaat khusus.

Baca juga: 30 Pemagang Indonesia Berpartisipasi Menanam Bibit Sayuran di Saga Jepang

Menanggapi hal ini, Kantor Kabinet, yang mengawasi perusahaan kepentingan publik, telah melakukan penyelidikan untuk memahami situasi sebenarnya, dengan mengatakan, "Kami memiliki keraguan yang serius akan kasus ini."

Mantan Ketua Yanagisawa tersebut membantah dan mengatakan kepada NHK bahwa "Saya menyerahkan kontrak individu kepada direktur yang bertanggung jawab. Saya tidak pernah memesan pesanan prioritas (KKN) dan tidak ada pengakuan bahwa saya telah mendapatkan keuntungan dari kontraktor tertentu."

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas