Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Arab Saudi Permudah Larangan Perjalanan Bagi Warga yang Sudah Divaksinasi

Warga Saudi yang divaksinasi diizinkan meninggalkan kerajaan untuk pertama kalinya, setelah lebih dari setahun dibatasi karena Covid-19

Arab Saudi Permudah Larangan Perjalanan Bagi Warga yang Sudah Divaksinasi
KEMENTERIAN MEDIA SAUDI / AFP
Ilustrasi. Gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 25 Juli 2020, menunjukkan seorang pelancong, yang mengenakan topeng karena pandemi virus corona COVID-19, berjalan dengan barang bawaannya sebagai bagian dari kelompok kedatangan pertama untuk haji tahunan. di kota pantai Laut Merah Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. 

TRIBUNNEWS.COM - Warga Saudi yang sudah divaksinasi diizinkan meninggalkan kerajaan untuk pertama kalinya, setelah lebih dari setahun dibatasi karena Covid-19, Senin (17/5/2021).

Melansir Al Jazeera, Arab Saudi melonggarkan larangan perjalanan internasional yang bertujuan untuk menahan penyebaran virus corona dan varian baru di negaranya.

Selama 14 bulan terakhir, sebagian besar warga Saudi dilarang bepergian ke luar negeri karena khawatir perjalanan internasional dapat memicu wabah virus di negara berpenduduk lebih dari 30 juta orang itu.

Larangan yang diberlakukan sejak Maret 2020 itu antara lain berdampak pada pelajar Saudi yang belajar di luar negeri.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kerajaan telah memvaksinasi hampir 11,5 juta penduduk dengan setidaknya satu suntikan vaksin COVID-19, membuat mereka memenuhi syarat untuk meninggalkan negara itu pada hari Senin di bawah pedoman baru.

Baca juga: Mengapa Negara-negara Arab Diam Saja saat Israel Bombardir Palestina?

Baca juga: Iran Dituding Bantu Hamas, Kenapa Negara Arab Justru Banyak Diam dalam Konflik Israel-Palestina?

Ilustrasi. Gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 25 Juli 2020, menunjukkan seorang pelancong, yang mengenakan topeng karena pandemi virus corona COVID-19, berjalan dengan barang bawaannya sebagai bagian dari kelompok kedatangan pertama untuk haji tahunan. di kota pantai Laut Merah Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.
Ilustrasi. Gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 25 Juli 2020, menunjukkan seorang pelancong, yang mengenakan topeng karena pandemi virus corona COVID-19, berjalan dengan barang bawaannya sebagai bagian dari kelompok kedatangan pertama untuk haji tahunan. di kota pantai Laut Merah Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. (KEMENTERIAN MEDIA SAUDI / AFP)

Pihak berwenang juga akan mengizinkan orang yang baru saja pulih dari virus dan anak di bawah 18 tahun yang memiliki asuransi perjalanan untuk bepergian ke luar negeri.

Pelonggaran aturan mendorong serbuan wisatawan untuk keluar dari kerajaan, setelah hari raya Idul Fitri.

"Perasaan yang indah setelah lama absen dari Bahrain," kata Mohammed, seorang Saudi yang bepergian ke negara pulau itu.

Baca juga: Mendagri Minta Pusat dan Daerah Kompak Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Idul Fitri

Wisatawan Saudi diharuskan menunjukkan status kesehatan mereka kepada petugas bandara melalui aplikasi kesehatan pemerintah, Tawakkalna.

Lalu, turis yang kembali dari luar negeri akan diminta untuk karantina di rumah dan dites apakah memiliki virus atau tidak.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas