Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Wanita di Inggris Meninggal karena Pembekuan Darah setelah Divaksin, Penyelidikan Tengah Dilakukan

Lisa Shaw, presenter BBC yang meninggal karena pembekuan darah setelah divaksinasi Covid-19 dari AstraZeneca.

Wanita di Inggris Meninggal karena Pembekuan Darah setelah Divaksin, Penyelidikan Tengah Dilakukan
Twitter @bbcnewcastle
Lisa Shaw, presenter BBC yang meninggal karena pembekuan darah setelah divaksinasi Covid-19 dari AstraZeneca. 

"Kami hancur dan ada lubang di hati kami yang tidak pernah bisa diisi."

Dilansir Newsweek, awal tahun ini, beberapa negara Eropa sempat menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca setelah beberapa orang mengalami pembekuan darah.

Awalnya, tidak jelas apakah pembekuan darah terkait secara langsung dengan vaksin.

Namun data semakin menunjukkan bahwa sejumlah kecil orang yang menggunakan vaksin AstraZeneca mengalami masalah pembekuan darah yang serius.

Saat ini, para ahli memperkirakan bahwa satu dari 100.000 orang berusia 40-an dapat mengalami pembekuan darah setelah disuntik vaksin AstraZeneca.

Risiko kematian akibat pembekuan darah diyakini hanya satu dari sejuta suntikan.

Baca: Kanada Kembali Laporkan Kasus Pembekuan Darah Langka setelah Suntik Vaksin COVID-19 AstraZeneca 

Vaksin Johnson & Johnson, juga dikaitkan dengan pembekuan darah yang sangat langka.

Vaksin Johnson & Johnson telah memperoleh izin penggunaan darurat di AS, sementara AstraZeneca belum.

Para peneliti di Jerman menyatakan bahwa kondisi langka tersebut mungkin terkait dengan virus flu yang digunakan dalam pembuatan vaksin, Reuters melaporkan pada hari Rabu.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas