Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Jepang Pertimbangkan Aturan Negatif Tes Covid-19 Bagi Penonton Olimpiade Tokyo

Jepang sedang membahas untuk mewajibkan penonton Olimpiade Tokyo bisa menunjukkan surat negatif Covid-19 saat menghadiri acara Olimpiade

Jepang Pertimbangkan Aturan Negatif Tes Covid-19 Bagi Penonton Olimpiade Tokyo
Philip FONG / AFP
Orang-orang mengambil bagian dalam protes terhadap penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 di luar museum Olimpiade di Tokyo pada 9 Mei 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jepang sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan kewajiban tes negative Covid-19 atau telah divaksinasi bagi para penonton Olimpiade Tokyo nanti.

Suratkabar Yomiuri melaporkan Senin (31/5) bahwa hal ini dilakukan menyusul hasil survey baru-baru ini yang menunjukkan tetap tingginya penolakan publik terhadap Olimpiade.

Dengan pembukaan Olimpiade kurang dari dua bulan lagi, kepercayaan publik dipengaruhi oleh  gelombang keempat infeksi virus korona dan lambatnya pelaksanaan vaksinas.

Penonton asing telah dilarang dan penyelenggara game diharapkan membuat keputusan bulan depan tentang apakah penggemar Jepang akan dapat hadir dan apa saja syarat-syaratnya.

Selain pelarangan tos dan sorak-sorai saat pertandingan, sebut Yomiuri, pemerintah juga sedang mempertimbangkan aoakah penonton harus diminta menunjukkan hasil tes negatif yang diambil dalam waktu seminggu saat menghadiri acara Olimpiade.

Baca juga: Jepang Telah Perpanjang Keadaan Darurat Covid-19 di Tokyo Selama 20 Hari, Demi Olimpiade yang Aman

Laporan ini mendapat tanggapan serius dari pengguna media sosial. Ribuan tweet mengkritik usaha pemerintah yang tetap ingin menjadi tuan rumah Olimpiade di tengah pandemic Covid-19.  Hastag “negative test certificate” menjadi trending di twitter di Jepang, dengan 8.000 twit pada Senin pagi.

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo tidak segera menanggapi email yang meminta komentar atas laporan tersebut.

Jumat (28/5) lalu Jepang memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan daerah lain hingga 20 Juni. Negara ini telah mencatat rekor jumlah pasien Covid-19 dalam kondisi kritis dalam beberapa hari terakhir, bahkan ketika laju infeksi baru telah melambat.

Dalam jajak pendapat yang diterbitkan oleh surat kabar Nikkei pada hari Senin, lebih dari 60 persen responden mendukung pembatalan atau penundaan Olimpiade, hasil yang sejalan dengan jajak pendapat sebelumnya oleh outlet media lain.

Baca juga: Mau Ikut Tur Olimpiade Jepang? Bayarnya 4,5 Juta Yen Per Orang

Olimpiade telah ditunda satu kali karena pandemi tetapi pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional mengatakan acara 23 Juli hingga 8 Agustus akan dilanjutkan di bawah aturan ketat keamanan Covid-19. (Tribunnews.com/ChannelNewsAsia/Hasanah Samhudi)

Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas