Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perusahaan Pemasok Daging Terbesar di Dunia, JBS Jadi Sasaran Serangan Cyber

Perusahaan pengolahan daging terbesar di dunia, JBS dilaporkan telah menjadi sasaran serangan cyber, beberapa operasi sementara ditutup.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perusahaan Pemasok Daging Terbesar di Dunia, JBS Jadi Sasaran Serangan Cyber
Patrick HAMILTON / AFP
Kantor JBS Foods Australia utara terlihat saat matahari terbenam di Dinmore, barat Brisbane, pada 1 Juni 2021, setelah anak perusahaan AS dari perusahaan pengolahan daging terbesar di dunia mengatakan telah diretas, melumpuhkan beberapa operasinya dan berdampak pada ribuan pekerja di Australia. 

Bulan lalu, pengiriman bahan bakar di tenggara AS lumpuh selama beberapa hari setelah serangan ransomware menargetkan Colonial Pipeline.

Penyelidik mengatakan bahwa serangan itu juga terkait dengan kelompok yang memiliki hubungan dengan Rusia.

BBC menulis, Colonial Pipeline telah mengkonfirmasi bahwa mereka membayar uang tebusan $ 4,4 juta kepada geng penjahat dunia maya yang bertanggung jawab.

Pemerintah AS telah merekomendasikan di masa lalu bahwa perusahaan tidak membayar penjahat atas serangan ransomware, jika mereka mengundang peretasan lebih lanjut di masa depan.

Baca juga: Tim Cyber dan Polisi Virtual, Apa Perbedaannya? Ini Penjelasan dari Pengamat Hukum

Baca juga: Cara Memotong Daging yang Benar, Hasilnya Bisa Empuk dan Bumbu Meresap Sempurna

JBS Amerika Utara
Markas Besar JBS Amerika Utara pada 1 Juni 2021 di Greeley, Colorado. Fasilitas JBS di seluruh dunia terkena dampak serangan ransomware, yang memaksa banyak fasilitas mereka ditutup.

JBS: Dari pemain regional hingga multinasional

JBS merupakan pemasok daging terbesar di dunia dengan lebih dari 150 pabrik di 15 negara.

Perusahaan ini didirikan di Brasil pada tahun 1953 sebagai bisnis pemotongan hewan oleh peternak José Batista Sobrinho.

Rekomendasi Untuk Anda

Perusahaan sekarang memiliki lebih dari 150.000 karyawan di seluruh dunia.

Pelanggannya termasuk supermarket dan gerai makanan cepat saji McDonald's.

Di AS, JBS memproses hampir seperempat daging sapi negara itu dan seperlima daging babinya.

Berita lain terkait Serangan Cyber

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas