Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Politik Israel

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Tanggapi Calon Penggantinya: Ini Kecurangan Pemilu

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh calon penggantinya, Naftali Bennett, telah melakukan kecurangan pemilu karena bergabung dengan Yair Lapid

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Tanggapi Calon Penggantinya: Ini Kecurangan Pemilu
RONEN ZVULUN / POOL / AFP
Pemimpin partai Yamina Israel, Naftali Bennett (kiri), tersenyum saat berbicara dengan pemimpin partai Yesh Atid, Yair Lapid, selama sesi khusus Knesset, parlemen Israel, untuk memilih presiden baru, di Yerusalem pada 2 Juni 2021. politisi berjuang untuk menggulingkan veteran sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkunci dalam pembicaraan terakhir hari ini untuk menuntaskan "perubahan" koalisi mereka terdiri dari saingan ideologis pahit. Lawan Netanyahu memiliki waktu hingga akhir hari – 11:59 malam (2059 GMT) – untuk menyusun pemerintahan yang akan mengakhiri 12 tahun berturut-turut kekuasaan oleh kelas berat hawkish, perdana menteri Israel yang paling lama berkuasa. 

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan koalisi yang baru terbentuk di Israel dan akan menyingkirkannya adalah hasil dari kecurangan terbesar pemilu dalam sejarah demokrasi Israel.

Dalam pernyataannya hari Minggu (6/6) waktu setempat, Netanyahu secara khusus menuduh adanya pelanggaran janji kampanye oleh Naftali Bennet, yang akan menggantikannya sebagai perdana Menteri.

“Kami menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah negara ini, menurut pendapat saya dalam sejarah demokrasi mana pun,” kata Netanyahu dalam komentarnya kepada legislator dari partai sayap kanannya, Likud.

"Itulah mengapa orang merasa ditipu dan mereka merespons, mereka tidak boleh diam," katanya dalam sambutannya, yang disiarkan langsung dan merujuk secara tidak langsung pada janji kampanye Bennett untuk tidak bekerja sama dengan Lapid dan lainnya.

Bennett sebelumnya berjanji untuk tidak bermitra dengan partai-partai sayap kiri, tengah, dan Arab. Namun nyatanya, Rabu pekan lalu, Bennett bergabung dengan pemimpin oposisi Yair Lapid dalam koalisi pemerintahan dengan faksi-aksi seluruh spektrum politik.

Baca juga: PROFIL Naftali Bennett, Keras Terhadap Palestina, Incar Posisi Benjamin Netanyahu

Berdasarkan kesepakatan rotasi kepemimpinan di koalisi baru ini, Bennett akan menjabat sebagai perdana Menteri yang akan menggantikan Benjamin Netanyahu, lalu dilanjutkan oleh Yair Lapid.

Sejauh ini belum ada tanggal yang ditetapkan bagi pemungutan suara di parlemen untuk menyetujui koalisi pemerintahan baru Bennett-Yapid. Namun diperkirakan mereka akan dilantik pada 14 Juni mendatang.

Tuduhan Netanyahu ini muncul pada saat pihak keamanan dalam negeri Israel mengingatkan masyarakat tentang kemungkinan adanya kekerasan politik di negeri zionis itu.

Dalam peringatan publik yang langka, kepala badan keamanan internal Shin Bet mengatakan pada hari Sabtu bahwa wacana online yang semakin ekstrem dapat menyebabkan kekerasan.

Sambil mengutuk kekerasan dan hasutan, Netanyahu (71) mengulangi penunjukannya atas koalisi Lapid-Bennett sebagai aliansi kiri yang berbahaya.

Baca juga: Palestina Tolak Koalisi Anti-Netanyahu di Israel: Tak Ada Bedanya

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas