Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Genosida Bosnia

"Jagal Bosnia" Ratko Mladic Resmi Dipenjara Seumur Hidup, Tak Bisa Banding Lagi

Hakim banding PBB perkuat hukuman seumur hidup kepada Ratko Mladic, yang pernah dijuluki Jagal Bosnia, karena melakukan genosida dalam Perang Bosnia

Enrique FOLGOSA/AFP
Ratko Mladic (kanan), dan wakilnya, Milan Gvero, saat 1993. Mladic dianggap menjadi otak pembantaian 8.300 orang etnis Muslim Bosnia, dan pembersihkan terhadap 2,2 juta orang dari Serbia-Bosnia 

TRIBUNNEWS.COM - Hakim banding Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkuat hukuman kepada panglima militer Serbia Bosnia Ratko Mladic karena melakukan genosida dan pelanggaran lainnya selama perang Bosnia 1992-95. Hakim banding PBB juga mempertahankan hukuman seumur hidup terhadapnya.

Keputusan ini diambil lima hakim di Den Haag ini final dan atidak dapat diajukan banding lagi.

Dua puluh enam tahun setelah pembantaian Srebrenica, keputusan itu mengakhiri persidangan genosida Bosnia terakhir di depan pengadilan.

Hakim Ketua Prisca Matimba Nyambe dari Zambia mengatakan pengadilan menolak secara keseluruhan banding Mladic.

Keputusan itu  juga menolak banding oleh jaksa penuntut atas pembebasan Mladic atas satu tuduhan genosida lainnya yang terkait dengan pembersihan etnis di awal perang.

Baca juga: Jerman Resmi Akui Lakukan Genosida di Namibia di Era Kolonial

Mladic akan menghabiskan sisa umurnya di penjara. Ia akan bergabung dengan mantan mentor politiknya, mantan Presiden Serbia Bosnia Radovan Karadzic.

Mladic dan Karadzic mendalangi pertumpahan daerah etnis dalam perang Bosnia yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.

Mladic pernah menjadi orang kuat militer yang dikenal sebagai "Jagal Bosnia".

Ia memerintahkan pasukan yang bertanggung jawab atas kekejaman mulai dari kampanye pembersihan etnis  hingga pengepungan Sarajevo dan klimaks perang berdarah dalam pembantaian Srebrenica 1995.

Srebrenica, yang menewaskan lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim, tetap menjadi satu-satunya episode genosida di kawasan Eropa setelah Perang Dunia II.

Baca juga: Indonesia Tolak Pencegahan Genosida di PBB, KNPI: Kami Kecewa

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: hasanah samhudi
  Loading comments...
Berita Populer
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas