Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Narkotika

Tren Perdagangan Narkotika Berubah dari Jalan ke Transaksi Online, Langsung Kirim ke Rumah

Badan Narkotika Eropa melaporkan bahwa tren perdagangan narkotika beralih ke transaksi online dengan pengiriman langsung ke rumah-rumah

Tren Perdagangan Narkotika Berubah dari Jalan ke Transaksi Online, Langsung Kirim ke Rumah
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
BNN Provinsi Jawa Tengah kembali mengungkap peredaran narkotika jaringan Jepara,Pati,Magelang dan Banyumas dalam gelar kasus yang berlangsung di Kantor BNN Jawa Tengah Jalan madukoro Blok BB Kota Semarang, Kamis (6/5/21). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, LISBON -  Seperti supermarket dan restoran, perdagangan narkotika beralih ke transaksi online selama masa Pandemi Covid-19.

Badan Narkotika Eropa mengatakan Selasa (8/6) waktu setempat bahwa trend perdagangan narkotika ini dikhawatirkan akan tetap bertahan meski Pandemi Covid-19 telah berakhir.

“Pandemi mendorong penjahat narkotika online, memperkuat tren,” kata Komisaris Eropa untuk Urusan Dalam Negeri Ylva Johansson saat peluncuran  online Laporan Narkoba 2021 yang disusun Badan EMCDDA yang berbasis di Lisbon.

"Pengedar narkotika beralih dari jalanan ke media sosial, menerima pesanan melalui layanan pesan terenkripsi, mengirim obat ke pelanggan melalui layanan pengiriman rumah,” katanya.

Pandemi telah memaksa perubahan pada setiap tingkat perdagangan narkoba, dari pedagang grosir dan penyelundup hingga pengedar lingkungan.

Baca juga: Petugas Gagalkan Penyelundupan 40 Sim Card Dalam Pisang Goreng ke Lapas Narkotika Pamekasan 

Dengan terganggunya perjalanan internasional dan penutupan perbatasan, sebut laporan itu, penyelundup lebih mengandalkan pengiriman kontainer dan mengurangi kurir manusia.

Perdagangan terbukti tangguh, dengan data menunjukkan tidak ada penurunan jumlah kokain yang tersedia, sementara lebih banyak orang menanam ganja di rumah.

"Pasar narkotika terus menyesuaikan diri dengan gangguan Covid-19, karena pengedar narkotika beradaptasi dengan pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan," katanya seperti dilansir dari Channel News Asia.

"Meskipun pasar obat ritel berbasis jalanan terganggu selama lockdown awal, dan terjadi kekurangan di tingkat lokal, penjual dan pembeli obat beradaptasi dengan meningkatkan penggunaan layanan pesan terenkripsi, aplikasi media sosial, sumber online dan layanan pengiriman surat dan rumah,” sebut laporan itu.

Direktur EMCDDA, Alexis Goosdeel, mengatakan akan ada risiko baru dari apa yang disebut laporan itu "digitalisasi lebih lanjut dari pasar obat".

Pergeseran ke transaksi online memudahkan pengedar narkoba untuk merekrut kaum muda, dan mendorong keluar dari kota-kota besar ke daerah pedesaan.

Baca juga: Keputusan Terbaru PBB: Hapus Ganja dari Daftar Narkotika

Goosdeel mengatakan, masalah kesehatan mental yang disebabkan oleh pandemi virus corona dapat mendorong lebih banyak orang untuk menyalahgunakan narkoba, dan dampak finansial dari krisis dapat mendorong mereka untuk menggunakan "zat yang lebih beracun, lebih berbahaya, dan berpotensi lebih mematikan".

"Kita menghadapi badai  yang sempurna," kata Goosdeel. "Pasar narkotika lebih kuat  dari sebelumnya dan diaktifkan secara digital,” pungkasnya. (Tribunnews.com/CNA/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
Editor: hasanah samhudi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas