Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Politik Israel

INI Wajah-wajah Kabinet Baru Perdana Menteri Israel Naftali Bennett

Kabinet baru Israel pimpinan Perdana Menteri Naftali Bennett, sebagian pernah menjadi bagian dari kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

INI Wajah-wajah Kabinet Baru Perdana Menteri Israel Naftali Bennett
the straits times
Naftali Bennett (empat dari kiri) bersama Yair Lapid (tiga dari kiri) dan anggota kabinet lainnya 

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM - Pemerintah baru Israel terdiri dari koalisi partai politik yang sebenarnya tidak memiliki banyak kesamaan. Namun koalisi ini memiliki satu keinginan, yaitu menggulingkan Benjamin Netanyahu.

Itu sudah terjadi sewaktu parlemen Israel mengukuhkan koalisi ini dalam pemungutan suara bersaing ketat 60-59.

Koalisi ini terdiri dari sayap kiri hingga sayap kanan. Bahkan koalisi, yang sebagian di antaranya pernah menjadi bagian dari kabinet Benjamin Netanyahu. ini mendapat dukungan dari faksi kecil minoritas Arab-Israel,

Dengan berbagai partai dan berbagai agenda, pengamat menilai, koalisi bisa terjebak dalam masalah keretakan internal. Namun para pemimpin partai diperkirakan akan lebih fokus menangani masalah ekonomi dan sosial Israel, mengatasi masalah diplomatik terutama konflik Israel-Palestina.

Berikut mereka yang akan memimpin pemerintahan baru Israel:

Perdana Menteri Naftali Bennett

Naftali Bennett
Naftali Bennett (the straits times)

Bennett memimpin partai ultranasionalis Yamina (Kanan) yang memperjuangkan pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.

Dia mendapat keuntungan besar dari teknologi tinggi Israel sebelum memasuki politik pada tahun 2013.

Ia pernah menjadi menteri di pemerintahan Benjamin Netanyahu, dengan posisi terakhir sebagai menteri pertahanan.

Bennett kini bergabung dengan koalisi saingan Netanyahu. Ia  berdalih untuk menyelamatkan negara dari kekacauan politik dan tak mungkin negara itu melakukan pemilu kelima dalam dua tahun terakhir.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas