Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bentrokan di Yerusalem, Pemukim Yahudi Berusaha Usir Keluarga Palestina

Pemukim Yahudi berusaha mengusir keluarga Palestina di Yerusalem. Bentrokan terjadi hingga sebabkan 20 orang harus mendapatkan perawatan.

Bentrokan di Yerusalem, Pemukim Yahudi Berusaha Usir Keluarga Palestina
Ahmad GHARABLI / AFP
Kompleks masjid al-Aqsa di Yerusalem, pada 7 Mei 2021. -- Pemukim Yahudi berusaha mengusir keluarga Palestina di Yerusalem. Bentrokan terjadi hingga sebabkan 20 orang harus mendapatkan perawatan. 

Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 21 Mei 2021, tetapi kampanye jangka panjang oleh pemukim Yahudi untuk mengusir puluhan keluarga Palestina terus berlanjut.

Intervensi oleh jaksa agung Israel pada puncak kerusuhan telah menunda penggusuran yang paling dekat.

Namun kelompok hak asasi mengatakan penggusuran masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan mendatang karena perhatian internasional berkurang, berpotensi memicu pertumpahan darah lagi.

Para pemukim telah melakukan kampanye selama beberapa dekade untuk mengusir keluarga-keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina yang disebut Cekungan Suci di luar tembok Kota Tua, di salah satu bagian paling sensitif di Yerusalem timur.

Baca juga: Pascaperang 11 Hari Israel-Hamas, Warga Gaza Hadapi Pembangunan Ulang yang Habiskan Biaya Mahal

Baca juga: PM Israel Naftali Bennett Kirim Peringatan ke Hamas: Kesabaran Kami Sudah Habis

Israel merebut Yerusalem timur, rumah bagi situs-situs suci bagi orang Yahudi, Kristen dan Muslim, dalam perang 1967 dan mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Israel memandang seluruh kota sebagai ibu kotanya, sementara Palestina menginginkan Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Para pemukim mengatakan rumah-rumah itu dibangun di atas tanah yang dimiliki oleh orang-orang Yahudi sebelum perang 1948 seputar penciptaan Israel.

Hukum Israel mengizinkan orang Yahudi untuk merebut kembali properti tersebut, hak yang ditolak bagi warga Palestina yang kehilangan tanah dan rumah dalam konflik yang sama.

Berita lain terkait Konfllik Palestina dan Israel

(Tribunnews.com/Rica Agustina)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas