Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penelitian di AS: Obat Disfungsi Ereksi Laris di Masa Pandemi Covid-19

Penelitian baru menemukan obat disfungsi ereksi (DE) laku keras selama Pandemi Covid-19di Amerika Serikat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: hasanah samhudi
zoom-in Penelitian di AS: Obat Disfungsi Ereksi Laris di Masa Pandemi Covid-19
shutterstock
Bersepeda terlalu lama bisa sebabkan disfungsi ereksi. 

 Ketiga, penurunan kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Jangan Abai, Ketahui 3 Gejala Gangguan pada Prostat yang Dapat Mempengaruhi Ereksi dan Ejakulasi

DE biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu. Pria dengan kesehatan yang buruk berisiko lebih besar terkena DE dan juga memiliki reaksi parah terhadap Covid-19.

"Disfungsi ereksi bisa menjadi penanda kesehatan secara keseluruhan," jelas ahli urologi Ryan Berglund, MD.

“Jadi khususnya bagi orang muda dan sehat yang tiba-tiba mengalami disfungsi ereksi, dan terutama setelah Covid-19, ini bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius sedang terjadi,” katanya.

Selain itu, peneliti melihat perlu diperhatikan potensi kerusakan testis yang bagi pria penyintas Covid-19, meskipun masih terlalu dini untuk mengetahui apakah kerusakan itu permanen, sementara, atau dapat memengaruhi kesuburan.

Usia juga merupakan aspek penting untuk dipertimbangkan, karena merupakan faktor risiko untuk mengembangkan DE dan kasus Covid-19 yang parah.

Baca juga: Benarkah Terlalu Sering Bersepeda Picu Disfungsi Ereksi? Ini Jawabannya

“Ada penelitian yang menunjukkan bahwa mungkin ada efek kardiovaskular dan efek medis lain yang muncul dari Covid-19, tetapi jawabannya adalah terlalu dini untuk mengatakan apa sebenarnya semua efek jangka panjangnya,” kata Dr. Berglund. (Tribunnews.com/UPI/Healthday/Hasanah Samhudi)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas