TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Presiden Mali Lolos dari Percobaan Pembunuhan, Sempat akan Ditikam setelah Salat Idul Adha

Presiden sementara Mali, Assimi Goita jadi sasaran penikaman setelah salat Idul Adha di Kota Bamako pada Selasa (20/7/2021).

Presiden Mali Lolos dari Percobaan Pembunuhan, Sempat akan Ditikam setelah Salat Idul Adha
Tangkap Layar Al Jazeera
Wakil presiden transisi Mali, Assimi Goita menyatakan telah menggulingkan presiden transisi dan perdana menteri Mali, Selasa (25/5/2021). 

Sementara itu direktur Masjid, Latus Toure menyebut pelaku sempat menyerang presiden namun pisaunya salah sasaran dan melukai orang lain.

Assimi Goita (37) bulan lalu dilantik sebagai presiden sementara Mali, setelah perebutan kekuasaan selama sembilan bulan.

Pada Agustus 2020, Kolonel Goita memimpin kudeta militer untuk menggulingkan Presiden Ibrahim Boubacar Keita.

Diketahui Presiden Boubacar banyak mendapat protes dari massa anti-pemerintah karena kegagalan mengatasi krisis keamanan dan dugaan korupsi.

Pada akhir Mei ini, Goita yang menjabat sebagai Wakil Presiden transisi Mali melakukan kudeta lagi.

Dia menuduh Presiden sementara Bah Ndaw dan Perdana Menteri Moctar Ouane gagal berkonsultasi dengannya tentang perombakan kabinet.

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, kudeta Mei lalu di Mali, menandai siklus konflik berkelanjutan di negara Afrika Barat itu selama lebih dari satu dekade.

Pasca-pengumuman kudeta, pemerintah Prancis mengatakan siap memberikan sanksi pada pihak-pihak dalam kudeta.

Anak-anak di Mali, Afrika Barat tengah belajar membaca Al-Quran
Anak-anak di Mali, Afrika Barat tengah belajar membaca Al-Quran (Alesdemar / © Alessia De Marc / Flickr)

Baca juga: Mali Kembali Dikudeta, Wakil Presiden Gulingkan Presiden dan Perdana Menteri

Baca juga: Ratusan Aktivis Antikudeta Myanmar Gelar Unjuk Rasa Lagi: Kami Tidak Takut Covid-19 dan Junta

Mali merupakan negara di Afrika Barat, yang sempat menjadi jajahan Prancis.

Kebencian pada peran Prancis dalam urusan Mali juga telah memicu pergolakan politik.

Kudeta ini, dilaporkan The Guardian, berpotensi menambah ketidakstabilan Mali.

Di mana, di negara ini banyak kelompok terkait dengan al-Qaeda dan ISIS menguasai sebagian besar wilayah gurun di utara.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas