Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

2 Bandara Shanghai Batalkan Semua Penerbangan saat Topan In-Fa Menerjang China Timur

Topan In-Fa melewati distrik Putuo di kota Zhoushan, pelabuhan utama di provinsi timur Zhejiang, pada Minggu (25/72021) pukul 12:30 (04:30 GMT)

2 Bandara Shanghai Batalkan Semua Penerbangan saat Topan In-Fa Menerjang China Timur
Hector RETAMAL / AFP
Orang-orang mencari perlindungan dari hujan dan angin di sepanjang jalan di Ningbo pada 25 Juli 2021, saat Topan In-Fa menghantam pantai timur China. 

TRIBUNNEWS.COM - Dua bandara internasional di kota Shanghai, China membatalkan semua penerbangan.

Pihak berwenang juga melarang kegiatan di luar ruangan saat topan In-Fa menerjang China timur dengan angin kencang dan hujan lebat.

"Topan In-Fa melewati distrik Putuo di kota Zhoushan, pelabuhan utama di provinsi timur Zhejiang, pada Minggu (25/72021) pukul 12:30 (04:30 GMT)," kata penyiar negara CCTV, mengutip Administrasi Meteorologi China.

Melansir Al Jazeera, saat ini badai yang melanda saat China tengah masih belum pulih.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Senin, 26 Juli 2021, Waspada Cuaca Ekstrem 7 Wilayah di Indonesia

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Senin, 26 Juli 2021: Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di 7 Wilayah

Badai In-fa di China
Orang-orang mencari perlindungan dari hujan dan angin di sepanjang jalan di Ningbo pada 25 Juli 2021, saat Topan In-Fa menghantam pantai timur China.

Banjir yang menerjang kawasan tersebut telah menewaskan sedikitnya 63 orang, memutus aliran listrik dan memaksa relokasi lebih dari satu juta orang.

“Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan keselamatan nyawa dan harta benda masyarakat, serta melakukan segalanya untuk meminimalkan kerugian bencana," kata Yuan Jiajun, sekretaris Partai Komunis provinsi Zhejiang, selama inspeksi persiapan pada hari Sabtu, media resmi melaporkan.

"Kami juga akan berusaha untuk mencapai tujuan tanpa kematian dan sedikit cedera dan kerugian ekonomi,” imbuhnya.

Kepala biro Beijing untuk Newsweek, Melinda Liu, mengatakan "masalah dengan topan ini tidak hanya mendatangkan malapetaka ekonomi di beberapa bagian penting di China tetapi juga datang pada waktu yang sangat sulit".

“Pertama-tama datang hanya beberapa hari setelah banjir besar di China tengah yang telah mengganggu kehidupan satu juta orang dan menewaskan puluhan orang. Tidak hanya membunuh orang tetapi juga membuat gambar yang menjadi viral di media sosial, beberapa gambar yang sangat vulgar dari orang-orang yang tampaknya tenggelam dalam sistem kereta bawah tanah, ” katanya.

“Tetapi ada juga signifikansi politik dan intinya mungkin akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.”

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas