Tribun

Hadapi Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Yunani Sibuk Padamkan Kebakaran Hutan

Petugas pemadam kebakaran di Yunani berjuang memadamkan dua kebakaran hutan besar yang melanda negara itu pada Senin kemarin waktu setempat.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Hadapi Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Yunani Sibuk Padamkan Kebakaran Hutan
The Guardian (Tangkap Layar)
Terjadi serangkaian kebakaran hutan hebat di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat pada Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, ATHENA - Petugas pemadam kebakaran di Yunani berjuang memadamkan dua kebakaran hutan besar yang melanda negara itu pada Senin kemarin waktu setempat.

Ini dilakukan saat pemerintah mengatakan bahwa negara itu tengah menderita gelombang panas terburuk selama lebih dari tiga dekade.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (3/8/2021), kebakaran hutan juga terjadi di Turki, Spanyol dan Italia selama akhir pekan kemarin.

Para ahli pun memperingatkan bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran tersebut.

Menurut Observatorium Nasional Athena mengutip citra satelit Uni Eropa (UE), lebih dari 3.000 hektar hutan pinus dan zaitun di dekat kota Patras telah terbakar pada Sabtu lalu.

Lokasi kebakaran itu berjarak 200 kilometer barat kota Athena.

Sementara itu, pihak berwenang bergegas untuk membantu tim pemadam kebakaran dalam memadamkan kobaran api di pulau Rhodes dekat Turki.

Baca juga: Korban Tewas Kebakaran Hutan di Turki Bertambah 8 Jiwa

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan bahwa ini adalah gelombang panas terparah dalam sejarah sejak 1987 silam. 

"Kami menghadapi gelombang panas terburuk sejak 1987, saat ini kami sedang melakukan segala sesuatu yang mungkin bisa mengatasi situasi ini," kata Mitsotakis.

Setelah bertemu dengan perusahaan penyedia listrik, ia memperingatkan bahwa gelombang panas yang parah ini akan membebani jaringan listrik.

Mitsotakis pun meminta warga Yunani untuk membatasi konsumsi listrik mereka pada sore dan malam hari.

Di sisi lain, Wakil Menteri Perlindungan Sipil Nikos Hardalias mengatakan bahwa telah terjadi 1.584 kebakaran di seluruh Yunani pada Juli lalu, angka ini mengalami lonjakan jika dibandingkan dengan 953 titik hotspot yang terjadi pada 2019.

Selain itu, ada 116 titik kebakaran baru yang tercatat hanya dalam 24 jam terakhir.

"Kami tidak lagi berbicara tentang perubahan iklim, tetapi tentang ancaman iklim," kata Hardalias.

Perlu diketahui, api di dekat Patras tidak sepenuhnya terkendali pada hari Senin kemarin.

Lembaga cuaca negara itu pun memprediksi suhu untuk wilayah sekitar akan mencapai hingga 45 derajat Celcius, ini tentunya menimbulkan risiko baru bagi lahan yang sebelumnya telah kering oleh gelombang panas.

Terkait situasi ini, para pejabat setempat pun telah mengevakuasi warga di lima desa dan satu kota tepi laut.

Sedangkan 8 orang diantaranya saat ini tengah dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar dan gangguan pernafasan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas