Tribun

Virus Corona

Per 31 Juli 2021, 48 Organisasi/Perusahaan di Jepang Buang 8.090 Dosis Vaksin Covid-19

Beberapa nama perusahaan besar masuk ke dalam daftar nama pembuang vaksin tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Per 31 Juli 2021, 48 Organisasi/Perusahaan di Jepang Buang 8.090 Dosis Vaksin Covid-19
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Vaksin Pfizer yang digunakan untuk vaksinasi seluruh rakyat di Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Kesehatan Jepang sejak Juli lalu mengumumkan daftar nama organisasi, sekolah, perusahaan yang membuang vaksin Covid-19 baik jumlah maupun alasan.

Total vaksin Covid-19 yang dibuang oleh 48 organisasi/perusahaan di Jepang per 31 Juli 2021 adalah sebanyak 8.090 dosis Vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan juga menyertakan antisipasi mendatang agar tak terulang lagi.

Beberapa nama perusahaan besar masuk ke dalam daftar nama pembuang vaksin tersebut.

Umumnya menggunakan vaksin Moderna, seperti Yahoo Japan, membuang satu dosis vaksin, dengan alasan "Kedaluwarsa masa berlaku karena pembatalan reservasi pada hari vaksin disiapkan pada suhu kamar."

Sebagai antisipasi di masa depan, Yahoo Japan mengusulkan "Manajemen menyeluruh dan antisipasi terhadap pembatalan."

Perusahaan lain yang membuang vaksin adalah Seibu Tetsudo (perusahaan kereta api Seibu) sebanyak 3 dosis, Fujitsu (1 dosis), Federasi Pekerja Nikkei Shimbun (2 dosis), Hotel Okura Tokyo (6 dosis), Amazon Japan (1 dosis).

Baca juga: Malioboro Jadi Kawasan Wajib Vaksin, Waktu Kunjungan 2 Jam, Waktu Parkir Kendaraan 3 Jam 

Kemudian SMBC Nikko Securities (2 dosis), Secom (1 dosis), Universitas Waseda (2 dosis), Tokyo International University (2 dosis) dan sebagainya.

Yang paling banyak membuang vaksin Moderna adalah Kansai University (251 dosis), Pemda Niigata (100 dosis), dan Chugai Pharmaceutical (160 dosis).

Apa alasan mereka membuang vaksin tersebut?

"Kontrol kenaikan suhu karena kerusakan lemari es yang disiapkan di venue," tulis Kansai Universitu sebagai alasan mereka.

Pemda Niigata memberikan alasan karena "Kontrol kenaikan suhu karena salah sambung adaptor daya di freezer, akibatnya freezer rusak".

Alasan serupa yang dituliskan penyebab pembuangan vaksin oleh Chugai Pharmaceutical yaitu kontrol kenaikan suhu karena salah sambung adaptor daya di freezer, akibatnya freezer rusak.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang) dan upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas