Tribun

Konflik Politik di Malaysia

PM Malaysia Lakukan Negosiasi dengan Oposisi sebelum Mosi Kepercayaan, Janjikan Pemilu Juli 2022

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menawarkan serangkaian kesepakatan kepada pihak oposisi agar dirinya memenangkan mosi percaya bulan depan

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
PM Malaysia Lakukan Negosiasi dengan Oposisi sebelum Mosi Kepercayaan, Janjikan Pemilu Juli 2022
RTM
Konferensi Pers Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Jumat (13/8/2021) malam. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menawarkan serangkaian kesepakatan kepada pihak oposisi agar dirinya memenangkan mosi percaya bulan depan 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menawarkan serangkaian kesepakatan kepada pihak oposisi pada dalam upaya untuk mencegah kekalahannya dalam mosi tidak percaya yang akan digelar bulan depan, The Straits Times melaporkan.

Muhyiddin bersikeras tidak akan mundur meskipun keraguan muncul atas legitimasinya sebagai Perdana Menteri serta status Perikatan Nasional (PN) sebagai pemerintah yang berkuasa.

"Kabinet setuju kami akan berdiskusi dengan para pemimpin partai lain di luar PN untuk meloloskan mosi percaya Perdana Menteri di Parlemen," kata Muhyiddin dalam pidatonya pada Jumat (13/8/2021) malam.

"Mosi kepercayaan ini hanya bisa disahkan dengan dukungan bipartisan," tambahnya.

Dalam pidatonya, Muhyiddin mengatakan dia memilih untuk tidak mengundurkan diri karena tidak ada anggota parlemen lain yang dapat membuktikan bahwa mereka memiliki dukungan mayoritas parlemen.

Baca juga: PM Muhyiddin Yassin Yakin 80% Populasi Malaysia akan Capai Vaksinasi Penuh pada Akhir Oktober

Baca juga: Malaysia Berikan Kelonggaran Pembatasan Covid-19 untuk Warga yang Sudah Divaksinasi Penuh

Konferensi Pers Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Jumat (13/8/2021) malam
Konferensi Pers Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin Jumat (13/8/2021) malam (RTM)

"Jika saya mengundurkan diri sekarang, menurut Konstitusi Federal, seluruh Kabinet harus mengundurkan diri juga. Artinya pemerintah PN akan tumbang," ujarnya.

"Karena tidak ada anggota parlemen lain yang memiliki mayoritas saat ini, perdana menteri tidak dapat ditunjuk, menurut Konstitusi Federal."

"Jika PM tidak dapat diangkat, maka Kabinet tidak dapat diangkat dan pemerintahan baru tidak dapat dibentuk."

"Apa yang akan terjadi jika krisis politik berlanjut... Siapa yang akan memastikan program vaksinasi berjalan sesuai jadwal?," ujar Muhyiddin.

Jika ia memenangkan mosi percaya dengan mayoritas dua pertiga, Muhyiddin berjanji untuk menerapkan reformasi.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas