Taliban Mulai Memasuki Ibu Kota Afghanistan, Sebut Tidak akan Ambil Kabul dengan Paksa
Taliban mulai memasuki Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Minggu (15/8/2021). Pemimpin Taliban mengatakan pasukannya takk akan mengambil Kabul dengan paksa.
Penulis: Rica Agustina
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Pejabat Senior Pemerintah Desak Ketenangan
Kepala Staf Presiden Ashraf Ghani melalui akun Twitter-nya mendesak rakyat Kabul untuk tetap tenang.
"Tolong jangan khawatir. Tidak ada masalah. Situasi Kabul terkendali," tulis Ashraf Ghani.
Tweet itu muncul ketika Taliban telah memasuki ibu kota Afghanistan dari semua sisi dan dilaporkan berhasil mencapai beberapa kilometer dari kota utama.
Presiden Ghani sendiri, belum terdengar kabarnya sejak dia memberikan pidato singkat yang direkam sebelumnya kepada negara itu Sabtu sore.
Baca juga: Cerita Wanita Afghanistan saat Kekuasaan Taliban Mulai Meluas: Kami akan Kembali ke Masa-masa Kelam
Baca juga: Kenapa Taliban Begitu Cepat Rebut Kota-kota Besar di Afghanistan? Ke Mana Tentara yang Dilatih AS?
Pukul 8.02 GMT atau 15.02 WIB
Taliban Mulai Memasuki Kabul
Taliban telah mulai memasuki ibukota Afghanistan Kabul dari semua sisi, kata kementerian dalam negeri Afghanistan.
Seorang pemimpin Taliban di Doha mengatakan kelompok itu memerintahkan para pejuangnya untuk menahan diri dari kekerasan, mengizinkan jalan yang aman bagi siapa saja yang ingin pergi dan meminta perempuan untuk pergi ke kawasan lindung.
Pukul 7.41 GMT atau 14.41 WIB
Taliban Rebut Ibu Kota Provinsi Khost
Seorang pejabat Afghanistan dan Taliban mengatakan gerilyawan telah merebut ibu kota provinsi Khost.
Seorang anggota dewan provinsi, yang berbicara dengan syarat anonim, mengkonfirmasi penangkapan itu kepada Associated Press.
Ini membuat pemerintah pusat Afghanistan hanya dapat mengendalikan Kabul dan lima ibu kota provinsi lainnya dari 34 negara itu.