Tribun

Konflik di Afghanistan

Profil Ghani Baradar, Petinggi Taliban Calon Kuat Presiden Afghanistan, Pernah ke Indonesia

Ketika AS dan sekutunya menggulingkan Taliban pada 2001, Baradar merupakan Wakil Menteri Pertahanan.

Editor: Hasanudin Aco
Profil Ghani Baradar, Petinggi Taliban Calon Kuat Presiden Afghanistan, Pernah ke Indonesia
ANADOLU AGENCY
Mullah Abdul Ghani Baradar 

TRIBUNNEWS.COM, KABUL - Keberhasilan Taliban merebut Kabul, Minggu (15/8/2021) membuat Presiden Afghanistan Ashraf Ghani harus kabur ke luar negeri.

Hal itu membuat Taliban diyakini akan mulai mengisi kekosongan kursi Presiden setelah kepergian Ghani.

Apalagi, banyak rakyat yang kecewa dengan sikap Ghani yang memutuskan untuk kabur saat rakyatnya tengah berada dalam ketakutan dan ketidakpastian.

Lalu siapa sosok presiden Afghanistan yang diajukan Taliban?

Adalah Kepala Politik Taliban, Abdul Ghani Baradar yang disebut sebagai calon kuat Presiden Afghanistan selanjutnya.

Baradar merupakan mantan Wakil dari Mullah Mohammed Omar, sekaligus salah satu pembentuk Taliban.

Baca juga: Video Detik-detik Milisi Taliban Kuasai Istana Presiden Afghanistan Setelah Presidennya Kabur

Delegasi Taliban dari Kantor Politik Taliban di Ibu Kota Doha, Qatar, berkunjung ke Jakarta. Mereka bertemu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta, 2019 lalu.
Delegasi Taliban dari Kantor Politik Taliban di Ibu Kota Doha, Qatar, berkunjung ke Jakarta. Mereka bertemu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta, 2019 lalu. (VOA)

Pria yang diperkirakan berusia 52 atau 53 tahun itu memang lebih dikenal oleh publik, ketimbang pemimpin Taliban lainnya, Hibatullah Akhundzada.

Baradar langsung mengunjungi Kabul dari Doha setelah keberhasilan tersebut.

Dikutip dari The Guardian, pada sebuah pesan video setelah pendudukan Kabul, Baradar mengatakan ini menjadi awal dari ujian Taliban, dan mereka harus melayani Afghanistan.

Lahir dan besar di Kandarhar, yang juga merupakan tempat kelahiran Taliban, kehidupan Baradar dilalui dengan invasi Uni Sovyet ke negara itu pada akhir 1970-an.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas