Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

2 Warga Jepang Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Moderna dari Batch yang Tercemar

Perusahaan itu mengaku telah menyampaikan informasi ini kepada Moderna dan meminta untuk segera dilakukan penyelidikan.

2 Warga Jepang Meninggal Setelah Disuntik Vaksin Moderna dari Batch yang Tercemar
AFP/FRED TANNEAU
Seorang petugas medis memegang botol vaksin Moderna Covid-19 di Quimper, Prancis barat. (23 Juli 2021). Pengawas obat-obatan Eropa telah menyetujui penggunaan vaksin anti-coronavirus Moderna untuk anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun, menjadikannya suntikan kedua bagi remaja untuk digunakan di benua tersebut. (Fred TANNEAU / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang mengatakan dua orang meninggal beberapa hari setelah menerima dosis kedua vaksin virus corona (Covid-19) Moderna.

Dikutip dari laman Voice of America, Minggu (29/8/2021), para pejabat kementerian itu menyampaikan bahwa vaksin yang digunakan berasal dari persediaan yang telah dihentikan penggunaannya pada Kamis lalu, setelah ditemukannya zat kontaminan.

Sementara itu, saat ini kementerian tersebut mengaku sedang menyelidiki penyebab kematian dua warga mereka yang terjadi pada awal bulan ini.

Pemerintah Jepang dan Moderna juga telah mengatakan sebelumnya bahwa tidak ada masalah yang diidentifikasi terkait vaksin yang dihentikan itu.

Tindakan penghentian itu merupakan bagian dari 'upaya pencegahan'.

Sebelumnya, Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna setelah adanya laporan kontaminasi pada beberapa lot.

Pernyataan tersebut disampaikan produsen obat Takeda dan Kementerian Kesehatan negara itu pada Kamis waktu setempat.

Baca juga: 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna Dihentikan Sementara Penggunaannya di Jepang

Takeda, yang bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi vaksin Moderna di Jepang, mengatakan telah menerima laporan dari beberapa pusat vaksinasi bahwa zat asing telah ditemukan di dalam botol yang belum dibuka dari lot tertentu.

"Setelah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan, kami telah memutuskan untuk menghentikan penggunaan vaksin dari lot mulai 26 Agustus," kata Takeda.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas