Tribun

Virus Corona

Studi di Inggris: Vaksinasi Mencegah Pasien Alami Long Covid-19

Hasil studi di Inggris menyebutkan bahwa orang yang terinfeksi virus corona setelah divaksin dua dosis cenderung tidak mengalami long Covid-19

Editor: hasanah samhudi
Studi di Inggris: Vaksinasi Mencegah Pasien Alami Long Covid-19
AFP/FRED TANNEAU
Seorang perawat menyiapkan jarum suntik vaksin Covid-19 Pfizer-BioNtech di pusat vaksinasi, di Garlan, Prancis barat. (31 Mei 2021). (Fred TANNEAU/AFP) 

Para sukarelawan menggunakan aplikasi mobile untuk memasukkan gejala-gejala, hasil tes, dan catatan vaksinasi.

Para peserta termasuk mereka yang telah mendapat satu dosis vaksin Pfizer, Moderna atau AstraZeneca antara 8 Desember 2020 dan 4 Juli 2021, serta kelompok kontrol orang yang tidak divaksinasi.

Peneliti menemukan bahwa dari hampir satu juta orang yang divaksinasi lengkap, 0,2 persen melaporkan adanya  infeksi.

Mereka yang mendapatkan infeksi  kira-kira dua kali lebih mungkin tanpa gejala dibandingkan mereka yang terinfeksi dan tidak divaksinasi.

Pasien yang sudah divaksin 73 persen lebih rendah untuk dirawat ketimbang kelompok yang tidak divaksin.

Baca juga: Tekanan Psikis pada Penyintas Dapat Sebabkan Long Covid

Baca juga: Satgas: Semua Penyintas Berpotensi Alami Long Covid

Pasien yang divaksinasi 49 persen lebih rendah mengalami gejala jangka panjang, yang berlangsung setidaknya empat minggu setelah infeksi, dibandingkan kelompok tak divaksin.

"Tentu saja, vaksin juga secara besar-besaran mengurangi risiko terinfeksi," kata Dr Steves.

Ia mengatakan, yang dimaksud risiko lebih rendah adalah bahwa vaksinasi akan jauh lebih menurunkan kejadian long Covid.

Para peneliti mengakui bahwa studi ini memiliki keterbatasan.

Masalah paling menonjol adalah bahwa semua data dilaporkan sendiri oleh peserta.

Baca juga: Makanan yang Disarankan Ahli Gizi untuk Dikonsumsi Penyintas Covid-19

Halaman
123
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas