Tribun

Konflik di Afghanistan

Jutaan Warga Afghanistan Terancam Mati Kelaparan, PBB Minta Dunia Dialog dengan Taliban

Sekjen PBB Antonio Guterres mengingatkan jutaan warga Afghanistan berisiko mati kelaparan,dan masyarakat internasional harus berdialog dengan Taliban

Editor: hasanah samhudi
Jutaan Warga Afghanistan Terancam Mati Kelaparan, PBB Minta Dunia Dialog dengan Taliban
AFP/HOSHANG HASHIMI
Perempuan Afghanistan ikut serta dalam pawai protes untuk hak-hak mereka di bawah pemerintahan Taliban di pusat kota Kabul pada 3 September 2021. AFP/HOSHANG HASHIMI 

Dia mengatakan Afghanistan harus diatur dalam perdamaian dan stabilitas, dengan hak-hak rakyat dihormati.

Guterres menambahkan bahwa Taliban ingin pengakuan, dukungan keuangan dan sanksi dihapuskan.

"Itu memberikan pengaruh tertentu kepada komunitas internasional," katanya.

Ia menambahkan perlunya menghindari keruntuhan ekonomi yang dapat menciptakan konsekuensi kemanusiaan yang mengerikan.

Guterres menyarankan bahwa, seperti halnya Yaman, adalah kemungkinan memberikan “instrumen keuangan ke Kabul yang tidak melanggar sanksi saat ini.

Baca juga: Taliban Larang Wanita Geluti Bidang Olahraga, Alasannya Wajah dan Tubuh Tidak Tertutup

Baca juga: Taliban Sebut Wanita Afghanistan akan Dilarang Memainkan Permainan Olahraga, Dianggap Tidak Penting

"Ini demi kepentingan komunitas internasional dan saya tidak berbicara tentang pengakuan atau pencabutan sanksi. Saya berbicara tentang langkah-langkah yang ditargetkan untuk memungkinkan ekonomi Afghanistan bergerak," katanya kepada AFP.

Laporan Program Pembangunan PBB (UNDP) pada Kamis (9/9/2021) menyebutkan sekitar 97 persen populasi Afghanistan mungkin tenggelam di bawah garis kemiskinan kecuali krisis politik dan ekonomi negara itu ditangani.

Laporan itu menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan dapat meningkat hingga 25 persen sebagai akibat dari kontraksi produk domestik bruto (PDB) riil Afghanistan. Setengah dari negara itu sudah membutuhkan dukungan kemanusiaan.

“Jika cadangan devisa,  sekitar sembilan miliar dolar harus benar-benar dibekukan, akan menimbulkan syok pada perdagangan, perdagangan domestik dan internasional akan terganggu,”  kata Abdallah Al Dardari, perwakilan UNDP di Afghanistan kepada Al Jazeera.

“Biasanya di negara dengan situasi ini, lembaga keuangan internasional seperti IMF [Dana Moneter Internasional], Bank Dunia, dan semua lembaga keuangan bilateral dan multilateral akan berkumpul dengan PBB dan mengusulkan program reformasi ekonomi. Kami tahu ini tidak akan terjadi," katanya.

Baca juga: PM Baru Afghanistan Janji Keamanan dan Keselamatan Mantan Pejabat Yang Kembali

Baca juga: 14 Juta Rakyat Afghanistan Terancam Kelaparan Setelah Taliban Berkuasa

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas