Tribun

Buntut Vonis Hukuman Mati terhadap Bos Yakuza Jepang, Hakim Tsutomu Adachi Dipindahkan ke Tokyo

Pemindahan Tsutomu Adachi ke Tokyo guna menghindari ancaman kelompok yakuza (mafia Jepang).

Editor: Dewi Agustina
Buntut Vonis Hukuman Mati terhadap Bos Yakuza Jepang, Hakim Tsutomu Adachi Dipindahkan ke Tokyo
Foto 47News
Satoru Nomura (74), kepala (Kumicho) Kudokai (baju putih putih kacamata) dan Fumio Taue (65) Kaicho Kudokai di sebelah kiri Nomura, ditangkap sekitar 100 polisi April 2010 dari kediamannya di Kitakyushu. 

Satoru Nomura divonis hukuman mati, sementara Fumio Taue dihukum penjara seumur hidup.

Satoru Nomura dan Fumio Taue dibawa ke persidangan dengan tuduhan pembunuhan dalam empat kasus serangan sipil.

Satoru Nomura (74), presiden tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu).
Satoru Nomura (74), presiden tertinggi Kudo-kai (Kota Kitakyushu). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Kedua tersangka terbukti berkomplot untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," papar Hakim Tsutomu Adachi membacakan fakta-fakta temuan dengan lantang saat pembukaan persidangan di Pengadilan Distrik Fukuoka.

"Nomura dijatuhi hukuman mati, dan Taue dijatuhi hukuman penjara seumur hidup serta denda 20 juta yen," ungkap Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Fukuoka.

"Keputusan nanti sore akan menjadi yang pertama kalinya seorang pemimpin gangster Yakuza Jepang yang dijatuhi hukuman mati di Jepang," kata jaksa.

Kedua terdakwa diduga diinstruksikan untuk melakukan pembunuhan dan kejahatan terorganisir dalam empat kasus, termasuk penembakan terhadap mantan pemimpin serikat nelayan (saat itu 70 orang) di Kitakyushu pada tahun 1998.

Dia dituduh melanggar Undang-Undang Hukuman (percobaan pembunuhan sistematis) dan melanggar Undang-Undang Pedang dan Senjata api.

Sementara tidak ada bukti yang jelas untuk mendukung instruksi yang diberikan oleh kedua terdakwa, masalah terbesar adalah apakah akan mengizinkan komando dan perintah atasan berdasarkan organisasi gangster.

Baca juga: Fukuoka Jepang akan Memperluas Area Terlarang Bagi Yakuza untuk Buka Kantor

Sidang dibuka pukul 10 pagi. Hakim Adachi pertama kali menemukan bahwa kedua terdakwa berkolusi dan Nomura memerintahkan kejahatan dalam keempat kasus tersebut.

Dari jumlah tersebut, tiga kasus di mana mantan Inspektur Polisi Prefektur Fukuoka diserang dan terluka antara tahun 2012 dan 2014 diakui telah diserang di bawah komando Terdakwa Nomura.

Diharapkan pencarian fakta dari setiap kasus dan alasan keputusan akan terus diturunkan hingga sore hari.

Sidang kedua terdakwa dimulai pada Oktober 2019.

Pengadilan Distrik Fukuoka mengeluarkannya dari persidangan hakim awam karena dapat merugikan hakim awam.

Itu diadakan 62 kali secara total hingga Maret 2021, dan total 91 saksi, termasuk mantan anggota dan penyelidik polisi prefektur.

Penuntut menunjukkan bahwa semua kasus adalah kejahatan sistematis oleh Kudokai.

Terdakwa Nomura adalah dalangnya, dan Terdakwa Taue berada di posisi berikutnya, mengklaim bahwa dia menggunakan rantai komando organisasi untuk melakukan kejahatan.

Bos utama kelompok yakuza Kudokai Kitakyushu, Satoru Nomura (74)
Bos utama kelompok yakuza Kudokai Kitakyushu, Satoru Nomura (74) (Foto Richard Susilo)

Meskipun tidak ada bukti untuk memberikan instruksi langsung, penting untuk membuktikan bahwa Kudo-kai adalah "organisasi yang bergerak dengan hierarki komando" dengan mengulangi kesaksian seperti "(Terdakwa Nomura) seperti Tuhan" oleh para pemimpin kelompok.

Keputusan seperti itu tidak dapat dibuat tanpa persetujuan kedua terdakwa.

Kedua terdakwa mengaku tidak bersalah. Pembela berpendapat bahwa "presiden" tidak memiliki otoritas komando dalam posisi kehormatan.

"Meskipun kita tahu bahwa sebuah kasus akan berdampak signifikan pada organisasi, apakah kedua terdakwa berani memerintahkannya. Tidak ada hal seperti itu," ujarnya.

Pengacara juga mengkritik tuduhan jaksa.

"Evaluasi bukti tidak langsung sangat sewenang-wenang. Untuk secara paksa menghubungkan kesalahan kedua terdakwa, tuduhan jaksa adalah mau benar sendiri," kata pengacara.

Kudo-kai adalah gangster dengan organisasi afiliasi di wilayah metropolitan yang berbasis di Kitakyushu.

Baca juga: 4 Kasus Kekerasan yang Menyeret Bos Yakuza Jepang Satoru Nomura Hingga Divonis Hukuman Mati

Sejak 2012, telah ditetapkan sebagai satu-satunya "Organisasi Bahaya Khusus yang Ditunjuk Boryokudan" berdasarkan Undang-Undang Penanggulangan Boryokudan (sindikat kejahatan) karena kejahatan kekerasan berulang seperti serangan terhadap warga, penyiksaan dan pembunuhan.

Markas besar Kepolisian Pusat Jepang sempat mengeluarkan anggaran terbesar di antara anggaran lainnya hanya untuk menghancurtkan Kudokai di masa lampau.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja asli di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas