Tribun

Konflik di Afghanistan

Menteri Luar Negeri Belanda Mengundurkan Diri, Dinilai Tak Maksimal Tangani Evakuasi Afghanistan

Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaad resmi mundur dari jabatannya setelah parlemen mengutuk penanganannya terhadap krisis evakuasi Afghanistan.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Menteri Luar Negeri Belanda Mengundurkan Diri, Dinilai Tak Maksimal Tangani Evakuasi Afghanistan
CNA
Menteri Luar Negeri Belanda, Sigrid Kaag mengundurkan diri usai dikritik penanganannya terhadap krisis evakuasi Afghanistan. 

Partai tersebut sedang dalam pembicaraan koalisi dengan Perdana Menteri Mark Rutte setelah memenangkan kursi terbanyak kedua dalam pemilihan pada bulan Maret.

Rutte mengatakan pengunduran diri Kaag merupakan kerugian besar bagi kabinet.

Anggota parlemen Belanda dari seluruh spektrum politik berbaris untuk mengkritik pemerintah selama debat parlemen di Afghanistan pada Selasa (13/9/2021).

"Bagaimana mungkin masih ada puluhan juru bahasa pembela di Kabul?" kata Jeroen van Wijngaarden, seorang anggota parlemen dari partai VVD Perdana Menteri Rutte.

Para menteri dituduh apatis dan terperosok dalam kelambatan dan ketidakjelasan selama krisis evakuasi.

Kekacauan itu dipicu oleh laporan di media lokal bahwa duta besar Belanda telah memohon kepada pemerintah sejak Maret 2020 untuk melakukan persiapan, tetapi para menteri hanya memutuskan dua hari sebelum jatuhnya Kabul.

Baca juga: Taliban Kritik AS karena Setop Bantuan Afghanistan: Alih-alih Berterima Kasih, Aset Kami Dibekukan

Baca juga: Taliban Sita Uang Tunai Rp176 Miliar dan Emas Milik Mantan Pejabat Afghanistan

Bencana itu telah membangkitkan kenangan pahit di Belanda tentang kegagalan kebijakan luar negeri lainnya, ketika pasukan penjaga perdamaian Belanda gagal mencegah pembantaian Srebrenica 1995 selama Perang Bosnia.

Penyiar Belanda NOS mengatakan akan sangat sulit bagi Kaag untuk tetap bertahan, mengingat bahwa setelah pemilihan dia telah membuat seruan kuat untuk perubahan politik.

Kaag sendiri telah meminta Rutte untuk mengundurkan diri pada bulan April setelah dia juga dikutuk oleh parlemen atas klaim dia berbohong tentang pembicaraan koalisi.

Tetapi Rutte memutuskan untuk tetap bertahan.

(Tribunnews.com/Yurika)

Artikel terkait lainnya

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas