Tribun

Konflik di Afghanistan

Cerita Pembawa Berita Wanita di Afghanistan saat Tampil di TV: Takut tapi Tetap Tersenyum

Pembawa berita Yalda Ali menceritakan kesusahannya menjadi jurnalis wanita di bawah kekuasaan Taliban di Afghanistan.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
Cerita Pembawa Berita Wanita di Afghanistan saat Tampil di TV: Takut tapi Tetap Tersenyum
NBC News
Yalda Ali adalah pembawa acara "Good Morning," yang mengudara tiap pukul 7 hingga 9 setiap hari di saluran TV TOLO Afghanistan. 

Rekaman video yang diterbitkan oleh NBC News menunjukkan pengunjuk rasa wanita dicambuk oleh seorang pejuang Taliban di Kabul.

Setelah itu, para militan mengumumkan aksi protes dilarang sejak minggu lalu, kecuali disetujui sebelumnya.

Wartawan yang meliput aksi protes yang tidak disetujui juga dianggap ilegal.

Patricia Gossman, direktur asosiasi untuk divisi Asia di Human Rights Watch, mengatakan Taliban tidak pernah menerima pertanggungjawaban oleh publik atau media dan itu tidak akan berubah sekarang.

"Tidak ada toleransi untuk perbedaan pendapat dan perbedaan pendapat apa pun akan ditanggapi dengan brutal," katanya.

Sementara itu, jumlah jurnalis perempuan yang bekerja di Afghanistan menurun drastis.

"Wartawan wanita perlahan-lahan menghilang dari ibu kota," ujar kelompok nirlaba Reporters Without Borders pada 31 Agustus.

Tahun lalu, ada sekitar 700 jurnalis wanita di Kabul, menurut survei bersama oleh kelompok tersebut dan Pusat Perlindungan Jurnalis Wanita Afghanistan.

Pada akhir Agustus lalu, kurang dari 100 orang masih secara resmi bekerja di stasiun radio dan TV milik swasta di ibukota Afghanistan, menurut penyelidikan oleh Reporters Without Borders.

Di luar Kabul, gambarnya bahkan lebih mencolok.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas