Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Presiden JR Central Bertemu 9 Pemda DAS Oi di Shizuoka Jepang, Bahas Pembangunan Shinkansen Linear

Prefektur Shizuoka belum menyetujui dimulainya pekerjaan konstruksi di prefektur karena kekhawatiran akan dampak pada sumber daya air.

Presiden JR Central Bertemu 9 Pemda DAS Oi di Shizuoka Jepang, Bahas Pembangunan Shinkansen Linear
Foto Toyo Keizai
Shinkansen Linear kecepatan 500 km per jam tercepat di Jepang, rencana digunakan tahun 2027. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Presiden JR Central bertemu dengan 9 pemda lembah Daerah Aliran Sungai (DAS) Oi terkait pembangunan Linear Chuo Shinkansen.

Presiden Shin Kaneko dari JR Central bertukar pendapat untuk pertama kalinya, dan Pemda memberikan penjelasan yang cukup, dan menyampaikan suara warga setempat yang meminta agar dihentikan pembangunannya.

Prefektur Shizuoka belum menyetujui dimulainya pekerjaan konstruksi Linear Chuo Shinkansen di prefektur karena kekhawatiran akan dampak pada sumber daya air seperti Sungai Oi, sehingga sulit untuk membuka jalur kereta api tercepat di Jepang itu.

Linear bisa mencapai 500 km/per jam dengan target pada tahun 2027.

Sampai saat ini, Prefektur Shizuoka telah menjadi titik kontak untuk diskusi dengan JR Tokai, tetapi pada tanggal 18 September, di Kota Shizuoka, sembilan kotamadya di lembah Sungai Oi, para wali kota dan Presiden Kaneko dari JR Central (Tokai) bertukar pendapat untuk pertama kalinya.

"Pertama-tama, saya ingin berbicara dengan Anda, dan saya pikir pembangunannya didasarkan pada pengertian dan kerja sama semua orang di lembah itu," kata Presiden Kaneko.

Baca juga: Perjalanan Shinkansen Sempat Terhenti 3 Jam Saat Gempa Magnitudo 6,8 di Tohoku Jepang

Setelah itu, pertemuan dilakukan secara tertutup, dan menurut pemerintah daerah dan JR Central, pihak pemerintah daerah menyampaikan suara warga yang meminta penjelasan yang cukup tentang dampaknya terhadap sumber daya air.

Setelah pertemuan itu, Presiden Kaneko mengatakan "Kami telah mendengar keprihatinan semua orang di lembah itu. Kami ingin terus mengadakan pertemuan seperti itu."

"Suara dari masyarakat daerah aliran sungai diterima dengan baik. Ini adalah langkah pertama yang baik," kata Kinuyo Someya, wali kota Kota Shimada, yang telah mengumpulkan pendapat dari pemerintah daerah di daerah aliran sungai.

Pembangunan Linear tertunda karena mendapat tentangan dari beberapa masyarakat setempat yang dilalui jalur Linear tersebut.

Warga mengeluh terkait sumber daya air maupun kebisingan.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas