Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jepang Prihatin terhadap Gerakan China di Laut China Selatan dan Timur

PM Suga menyatakan keprihatinan tentang situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan, mengingat China, yang terus maju secara paksa ke lautan.

Jepang Prihatin terhadap Gerakan China di Laut China Selatan dan Timur
Foto NNN
PM Jepang Yoshihide Suga berdoa di taman dekat lokasi korban tewas akibat serangan teroris 11 September 2001 di Washington. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang prihatin terhadap gerakan China khususnya di Laut China Selatan dan Timur. Keprihatinan itu disampaikan pada pertemuan para pemimpin 4 negara yaitu Jepang, Amerika Serikat, India dan Australia, Jumat (24/9/2021) waktu Amerika.

"Pada pertemuan tatap muka pertama, para pemimpin keempat negara menegaskan bahwa mereka akan terus bekerja sama melalui perluasan dan pasokan vaksin atas tanggapan terhadap virus corona," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (25/9/2021).

Selain itu, Perdana Menteri Yoshihide Suga menyatakan keprihatinan tentang situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan, mengingat China, yang terus maju secara paksa ke lautan.

Para pemimpin masing-masing negara sepakat untuk bekerja sama terkait hal ini.

Pernyataan bersama tersebut menyatakan, "Kami akan memulai kerja sama baru di dunia maya dan memerangi ancaman dunia maya. Kami akan berbagi data satelit untuk tanggap bencana dan pemanfaatan sumber daya laut."

PM Jepang Yoshihide Suga berdoa di taman dekat lokasi korban tewas akibat serangan teroris 11 September 2001 di Washington.
PM Jepang Yoshihide Suga berdoa di taman dekat lokasi korban tewas akibat serangan teroris 11 September 2001 di Washington. (Foto NNN)

Selain itu, keempat negara menegaskan kerja sama di bidang infrastruktur, energi bersih, dan teknologi maju, dan mengeluarkan "prinsip-prinsip desain teknologi, pengembangan, pemanfaatan, dll" untuk memimpin dunia pada inovasi teknologi tingkat tinggi dan terbuka.

Selain menegaskan akan bekerja sama dalam memperluas produksi vaksin dan memasok ke kawasan Indo-Pasifik sebagai penanggulangan terhadap virus corona.

"Kami akan memperkuat kerja sama di bidang-bidang seperti infrastruktur, ruang angkasa, siber, dan energi bersih."

Selain itu, Perdana Menteri Yoshihude Suga bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih dan menyatakan keyakinannya bahwa pentingnya aliansi Jepang-AS tidak akan berubah di masa depan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas