Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

PM Fumio Kishida Setuju Merealisasikan Subsidi 100.000 Yen untuk Setiap Anak di Jepang

Kishida tidak akan menentang proposal Komeito untuk memberikan jumlah 100.000 yen yang seragam untuk anak-anak hingga usia 18 tahun.

PM Fumio Kishida Setuju Merealisasikan Subsidi 100.000 Yen untuk Setiap Anak di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang ke-100, Fumio Kishida saat jumpa pers, Senin (4/10/2021) malam waktu Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengumumkan telah setuju dengan pemberian manfaat subsidi 100.000 yen per orang kepada anak-anak di Jepang.

"Kami ingin merealisasikan manfaat tunai terkait langkah-langkah ekonomi untuk virus corona," kata PM Jepang Fumio Kishida dalam program TV Tokyo, Senin (11/10/2021).

Dia mengatakan tidak akan menentang proposal Komeito untuk memberikan jumlah 100.000 yen yang seragam untuk anak-anak hingga usia 18 tahun.

"Rinciannya akan diputuskan dalam konsultasi dengan partai yang berkuasa nantinya," ujar Fumio Kishida.

Dalam survei tahun lalu oleh pemerintah Jepang melalui Kementerian Keuangan, terungkap pemberian uang subsidi manfaat 100.000 yen per orang kepada semua orang ternyata 30 persen yang dimanfaatkan untuk belanja dan 70 persen ditabung.

Semakin kaya seseorang maka semakin sedikit uang yang dibelanjakan dari subsidi tersbeut.

Hal ini juga menunjukkan kebijakan untuk menaikkan tarif pengurangan pajak perusahaan untuk merealisasikan kenaikan upah.

Sejak pemilihan presiden LDP, Fumio Kishida bersikeras pada kebijakan untuk mendorong kenaikan upah melalui perpajakan dan cara lain.

Baca juga: Jelang Pernikahan, Putri Mako Keponakan Kaisar Jepang Kunjungi Mausoleum Kaisar Showa di Hachioji

Dia juga menunjukkan kesediaannya untuk memulai kembali proyek pendukung pariwisata "Go To Travel" sesegera mungkin.

Namun PM Fumio Kishida menolak untuk menyebutkan waktu dimulainya kembali.

"Kita harus berpikir sambil memonitor lebih lanjut vaksinasi dan penyebaran perawatan obat-obatan kepada masyarakat," kata PM Fumio Kishida.

Jika situasi kembali menuju normal maka kampanye GoTo Travel akan diaktifkan kembali di Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas