Tribun

Krisis Myanmar

Tak Diundang KTT Asean, Junta Myanmar Tuduh Ada Campur Tangan AS dan UE atas 'Pengucilan' Itu

Junta Myanmar menuduh keputusan ASEAN tak mengundang perwakilannya ke KTT telah mendapatkan campur tangan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Wahyu Gilang Putranto
Tak Diundang KTT Asean, Junta Myanmar Tuduh Ada Campur Tangan AS dan UE atas 'Pengucilan' Itu
Ye Aung THU / AFP
Kepala Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing - Junta Myanmar menuduh keputusan ASEAN tak mengundang perwakilannya ke KTT telah mendapatkan campur tangan Amerika Serikat dan Uni Eropa. 

TRIBUNNEWS.COM - Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyampaikan 'penghinaan' yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing yang memimpin kudeta terhadap pemerintah sipil terpilih pada Februari tahun ini.

Para menteri luar negeri ASEAN memutuskan tidak mengundang perwakilan dari pemerintah militer atau junta Myanmar untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang akan digelar pada 26-28 Oktober 2021 mendatang.

Keputusan itu disampaikan dalam pertemuan darurat pada Jumat (15/10/2021) malam.

Menurut Kementerian Luar Negeri Singapura, langkah untuk mengecualikan Min Aung Hlaing adalah keputusan yang sulit tetapi perlu untuk menegakkan kredibilitas ASEAN, Sabtu (16/10/2021).

Dalam pernyataanya, Kementerian Luar Negeri Singapura menggarisbawahi tentang tidak adanya kemajuan dalam pelaksanaan lima poin konsensus yang disepakati oleh para pemimpin ASEAN.

Baca juga: Menlu Retno Soal Myanmar: Soal 5 Poin Konsensus Belum Ada Kemajuan Berarti

Sebagai informasi, lima poin konsensus yang disepakati pada bulan April itu bertujuan untuk mengakhiri kekacauan di Myanmar setelah kudeta.

Lebih lanjut, Ketua ASEAN saat ini, Brunei, mengatakan seorang tokoh non-politik dari Myanmar akan diundang ke KTT, setelah tidak ada konsensus yang dicapai untuk menghadirkan perwakilan politik.

"Karena tidak ada kemajuan yang cukup serta kekhawatiran atas komitmen Myanmar, khususnya dalam membangun dialog konstruktif di antara semua pihak terkait, beberapa Negara Anggota ASEAN merekomendasikan agar ASEAN memberi ruang kepada Myanmar untuk memulihkan urusan dalam negerinya dan kembali normal," kata perwakilan Brunei dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Tidak disebutkan Min Aung Hlaing atau siapa nama yang akan diundang menggantikannya.

Namun, beberapa negara anggota telah menerima permintaan dari Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar, yang dibentuk oleh penentang junta, untuk menghadiri KTT tersebut.

Baca juga: ASEAN Bahas Pengucilan Myanmar Dari KTT Virtual

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas