Tribun

Pemogokan Umum di Haiti setelah 17 Misionaris Diculik Geng, Jalan-jalan Tampak Kosong

Jalan-jalan di Port-au-Prince sangat sepi pada hari Senin karena pemogokan umum yang mengecam situasi keamanan.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Pemogokan Umum di Haiti setelah 17 Misionaris Diculik Geng, Jalan-jalan Tampak Kosong
Richard PIERRIN / AFP
Ban terbakar menyusul seruan pemogokan umum oleh beberapa asosiasi profesional dan bisnis untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Kota Port-au-Prince tampak sepi pada hari Senin (18/10/2021) karena pemogokan umum.

Pemogokan itu terjadi akibat situasi keamanan yang memburuk di Haiti.

Sehari sebelunya, 17 misionaris AS dan Kanada diculik setelah mengunjungi panti asuhan.

Ribuan pekerja kemudian mengambil bagian dalam pemogokan yang dipimpin oleh serikat pekerja lokal dan kelompok masyarakat sipil lainnya.

Pengemudi taksi pribadi dan bus umum berdiam di rumah.

Sementara toko-toko, sekolah, dan kantor pemerintah tutup.

Baca juga: 17 Misionaris Diculik Anggota Geng di Haiti, Lima di Antaranya Anak-anak

Terlihat tumpukan ban terbakar di jalan-jalan Port-au-Prince, kantor berita AP melaporkan, dikutip
Deutsche Welle.

Beberapa melemparkan batu ke beberapa mobil yang ada di jalan.

Ban terbakar menyusul seruan pemogokan umum oleh beberapa asosiasi profesional dan bisnis untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021.
Ban terbakar menyusul seruan pemogokan umum oleh beberapa asosiasi profesional dan bisnis untuk mengecam ketidakamanan di Port-au-Prince pada 18 Oktober 2021. (Richard PIERRIN / AFP)

Penculikan 17 Misionaris oleh Anggota Geng

Diberitakan sebelumnya, 17 orang dilaporkan diculik oleh kelompok geng Haiti yang sudah terkenal atas kasus penculikan dan pembunuhan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas