Tribun

Serangan Siber Besar-besaran, Semua SPBU di Iran Lumpuh dan Kartu Subsidi Tak Berlaku

Seluruh SPBU di Iran lumpuh dan terjadi antrean panjang akibat serangan siber besar-besaran terhadap sistem distrusi bahan bakar online

Editor: hasanah samhudi
Serangan Siber Besar-besaran, Semua SPBU di Iran Lumpuh dan Kartu Subsidi Tak Berlaku
AFP
Seorang pria Iran berbicara di telepon ketika dia menunggu di dekat mobilnya untuk mengisi bensin di sebuah stasiun layanan di ibukota Iran, Teheran pada Selasa (26/10/2021), di tengah gangguan nasional pada sistem distribusi bensin. Sebuah serangan siber di Iran mengganggu distribusi bensin di stasiun layanan negara itu. 

Pada saat itu, harga bensin naik tiga kali lipat. Hal ini memicu protes, yang menurut Amnesty International menyebabkan kematian lebih dari 300 orang.

Akses internet juga ditutup di seluruh negeri selama hampir seminggu selama protes.

Beberapa daerah di mana protes masih berlanjut mengalami gangguan internet selama berminggu-minggu.

Video media sosial pada Selasa (26/10/2021) pagi menunjukkan antrean panjang di pompa bensin yang tidak berfungsi.

Beberapa juga menunjukkan bahwa pemantau kota digital diretas, menampilkan pesan seperti "Khamenei, di mana bensin kita?" ditujukan kepada pemimpin tertinggi negara.

Baca juga: Amerika Serikat Siap Bernegosiasi dengan Teheran, Ini Respons Pihak Iran

Baca juga: Situs Badan Siber dan Sandi Negara Pun Jadi Korban Peretasan, Pelaku Mengaku Dari Brasil

Pejabat lokal membantah monitor diretas. Al Jazeera tidak dapat secara independen mengkonfirmasi kebenaran video tersebut.

Situs berita semi-resmi ISNA menerbitkan sebuah berita yang mengatakan bahwa sistem distribusi bensin dan pemantau kota digital telah diretas.

Namun ISNA belakangan mengatakan situs webnya menjadi sasaran serangan siber dan para peretas menerbitkan berita tersebut.

Televisi pemerintah mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya di Dewan Keamanan Nasional negara itu yang mengakui serangan siber, beberapa jam setelah menayangkan gambar antrean panjang mobil yang menunggu untuk diisi di Teheran.

Wartawan Associated Press juga melihat barisan mobil di pompa bensin Teheran, dengan pompa dimatikan dan stasiun ditutup.

Baca juga: Polri Sebut Pelaku Peretasan Jual Script Back Door Website Setkab

“Saya sudah menunggu beberapa jam sampai SPBU dibuka kembali sehingga saya bisa mengisi,” kata seorang pengendara sepeda motor yang hanya menyebut namanya sebagai Farzin. “Tidak ada bahan bakar ke mana pun saya pergi,” katanya, seperti dilansir dari Washington Post. (Tribunnews.com/Aljazeera/WashingtonPost/Hasanah Samhudi)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas