Tribun

Apple Gugat Perusahaan Israel NSO Group atas Spyware

Apple menggugat perusahaan Israel NSO Group atas serangan spyware baru-baru ini.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Apple Gugat Perusahaan Israel NSO Group atas Spyware
NICHOLAS KAMM / AFP
Foto yang diambil pada 14 September 2021, memperlihatkan logo Apple di pintu masuk toko Apple di Washington, DC. 

TRIBUNNEWS.COM - Apple menggugat perusahaan Israel, NSO Group atas serangan spyware baru-baru ini.

Langkah ini menandai perubahan tajam bagi raksasa teknologi yang sebelumnya meremehkan ancaman yang timbul oleh spyware.

Tindakan ini juga menggarisbawahi kekhawatiran dan rasa frustasi yang berkembang di antara perusahaan teknologi tentang proliferasi serangan terhadap pelanggannya.

Melansir Guardian, dalam aduannya, Apple mengatakan spyware bertanda NSO atau disebut sebagai Pegasus, digunakan untuk menyerang sejumlah kecil pengguna Apple di seluruh dunia dengan malware dan spyware berbahaya.

Baca juga: Sindir Apple, Samsung Bagikan 1.000 Kain Lap Gratis di Jerman

Baca juga: Apple akan Merilis Program Self Service Repair, Pengguna Bisa Perbaiki Perangkat Sendiri

Foto yang diambil pada 14 September 2021, memperlihatkan logo Apple di pintu masuk toko Apple di Washington, DC.
Foto yang diambil pada 14 September 2021, memperlihatkan logo Apple di pintu masuk toko Apple di Washington, DC. (NICHOLAS KAMM / AFP)

Proyek Pegasus dikoordinasikan oleh grup media Prancis Forbidden Stories, telah mendokumentasikan lusinan contoh penggunaan spyware NSO untuk menyerang pengguna iPhone.

Dalam beberapa kasus, kerentanan dalam fitur iMessage perusahaan, yang dapat ditembus oleh Pegasus, digunakan untuk melawan jurnalis, aktivis hak asasi manusia, dan anggota masyarakat sipil lainnya.

“Di Apple, kami selalu bekerja untuk melindungi pengguna kami dari serangan siber yang paling kompleks sekalipun," kata Kepala Teknik dan Arsitektur Keamanan Apple , Ivan Krstic.

"Langkah-langkah yang kami ambil hari ini akan mengirimkan pesan yang jelas: dalam masyarakat yang bebas, tidak dapat diterima untuk mempersenjatai spyware yang disponsori negara yang kuat terhadap mereka yang berusaha membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik," imbuhnya.

"Apple menjalankan salah satu operasi rekayasa keamanan paling canggih di dunia, dan kami akan terus bekerja tanpa lelah untuk melindungi pengguna kami dari aktor yang disponsori negara yang kasar seperti NSO Group," tegasnya.

Baca juga: Google, Apple dan Perusahaan Teknologi Lainnya Diselidiki oleh ICO karena Membahayakan Anak-anak

Gugatan Apple juga menuntut ganti rugi dari NSO atas dugaan "pelanggaran terhadap undang-undang federal dan negara bagian AS, yang timbul dari upayanya untuk menargetkan dan menyerang Apple dan penggunanya".

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas