Tribun

COP26 Hasilkan Kesepakatan Glasgow Climate Pact dan Paris Rule Book

Glasgow Climate Pact dan menuntaskan Paris Rule Book yang akan menjadi panduan implementasi Paris Agreement.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Theresia Felisiani
COP26 Hasilkan Kesepakatan Glasgow Climate Pact dan Paris Rule Book
AFP/PAUL ELLIS
Storm, dewi boneka laut setinggi 10 meter yang membawa pesan tentang lautan dalam krisis, bergerak melalui jalan-jalan di Glasgow pada 10 November 2021, selama Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26. - Sebuah draft teks pada KTT iklim COP26 mendesak negara-negara pada hari Rabu untuk meningkatkan tujuan pengurangan emisi mereka pada tahun 2022, tiga tahun lebih cepat dari jadwal, setelah data menunjukkan dunia jauh dari jalur untuk membatasi pemanasan hingga 1,5C. (Photo by Paul ELLIS / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, INGGRIS – COP26 UNFCCC (Pertemuan Negara-Negara Pihak pada Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim) telah berhasil menyepakati Glasgow Climate Pact dan menuntaskan Paris Rule Book yang akan menjadi panduan implementasi Paris Agreement.

Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya hari Selasa (23/11/2021) mengungkapkan Glasgow Climate Pact menekankan pentingnya upaya bersama dalam membatasi kenaikan suhu global 1,5 derajat Celcius.

Dokumen tersebut juga mencerminkan pandangan yang selalu diserukan Indonesia mengenai pentingnya peningkatan ambisi yang didasarkan pada implementasi konkret atas komitmen tiap negara.

Baca juga: Dampak Perubahan Iklim Bagi Kesehatan Manusia

Termasuk pemenuhan komitmen dukungan pendanaan negara maju kepada negara berkembang.

“Pemenuhan komitmen ini akan menjadi salah satu faktor penentu tercapainya target Paris Agreement secara penuh,” tulisnya.

Kemajuan lain adalah penuntasan panduan implementasi Pasal 6 Paris Agreement tentang pasar karbon global.

Hal ini sejalan dengan rencana Indonesia untuk mendorong pemanfaatan nilai ekonomi karbon sebagai bagian dari aksi pengendalian perubahan iklim.

Baca juga: Restorasi Gambut di Indonesia Berhasil Kurangi 266,1 Juta Ton Emisi Karbon

Melalui Perpres No. 98 tahun 2021, Indonesia akan memulai proses perdagangan karbon dan implementasi carbon pricing untuk mendukung pencapaian komitmen aksi iklim NDCs Indonesia.

Di samping akan mendukung penurunan emisi, upaya ini juga akan memungkinkan perluasan sumber-sumber pendanaan aksi iklim melalui pelibatan sektor swasta dan aktor non-Pemerintah lainnya.

Serta memperbaiki kualitas aset alam Indonesia, baik yang berupa hutan, lahan gambut, maupun mangrove.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas