Tribun

Penanganan Covid

WHO: Vaksin Hanya 40 Persen Mengurangi Penularan Covid-19, Prokes Harus Terus Dilakukan

WHO mengingatkan vaksin hanya 40 persen mengurangi penularan Covid-19 sehingga masyarakat yang sudah divaksin harus tetap lakukan protokol kesehatan

Editor: hasanah samhudi
WHO: Vaksin Hanya 40 Persen Mengurangi Penularan Covid-19, Prokes Harus Terus Dilakukan
Christopher Black / Organisasi Kesehatan Dunia / AFP
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 12 Februari 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sambutannya saat konferensi pers pada 12 Februari 2021 di Jenewa. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada 12 Februari 2021 bahwa semua hipotesis tentang asal-usul pandemi Covid-19 tetap ada di atas meja setelah penyelidikan WHO di China. 

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa vaksin Covid-19 mengurangi penularan varian Delta sekitar 40 persen.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan salah kaprah di kalangan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat mengira mereka tidak perlu lagi melakukan tindakan pencegahan lain karena merasa sudah divaksin.

Ia mengingatkan, mereka yang sudah diimunisasi penuh harus mengikuti langkah-langkah agar tidak tertular virus dan tidak menularkannya karena virus corona varian Delta lebih menular.

"Kami prihatin dengan rasa aman palsu bahwa vaksin telah mengakhiri pandemi dan orang-orang yang divaksinasi tidak perlu mengambil tindakan pencegahan lainnya," kata Tedros kepada wartawan, Rabu (24/11/2021)

Baca juga: WHO: Total Kematian Covid-19 di Eropa akan Lebihi 2,2 Juta Maret Nanti, Sehari Akan Bertambah 4.200

Baca juga: WHO Beberkan Rencana Ubah Arus Pandemi, Begini Strateginya

"Vaksin menyelamatkan nyawa tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan,” tegasnya.

"Data menunjukkan bahwa sebelum kedatangan varian Delta, vaksin mengurangi penularan sekitar 60 persen. Dengan Delta, itu turun menjadi sekitar 40 persen,” ujarnya.

Varian Delta yang lebih menular sekarang sangat dominan di seluruh dunia, mengalahkan varian lainnya.

"Jika Anda divaksinasi, Anda memiliki risiko penyakit parah dan kematian yang jauh lebih rendah, tetapi Anda masih berisiko terinfeksi dan menulari orang lain," kata Tedros.

Ia menegaskan, masyarakat yang telah divaksinasi harus terus lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah terinfeksi, dan menginfeksi orang lain yang dapat meninggal.

Baca juga: WHO: Kasus Virus Corona Menurun di Mana-mana Kecuali Eropa

Baca juga: Vaksinasi Covid lambat di negara-negara miskin, WHO peringatkan pandemi akan berlanjut hingga 2022

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas