Tribun

Virus Corona

Presiden Afrika Selatan Serukan Pencabutan Larangan Perjalanan karena Varian Omicron

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan agar negara-negara yang melarang perjalanan dari Cape Town untuk mencabut aturan tersebut.

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Presiden Afrika Selatan Serukan Pencabutan Larangan Perjalanan karena Varian Omicron
Archive Photo/GCIS
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan agar negara-negara yang melarang perjalanan dari Cape Town untuk mencabut aturan tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan agar negara-negara yang melarang perjalanan dari Cape Town untuk mencabut aturan tersebut.

Melansir Al Jazeera, menurut Ramaphosa, temuan varian baru virus corona jenis Omicron di Afrika Selatan tidak dapat dibenarkan secara ilmiah.

"Kami menyerukan kepada semua negara yang memberlakukan larangan perjalanan di negara kami untuk menarik keputusan mereka," kata Ramaphosa dalam pidatonya.

Baca juga: Update Covid-19 Global 29 November 2021: Afrika Selatan Laporkan 2.858 Kasus Baru

Baca juga: Imigrasi Larang Orang Asing yang Punya Riwayat Perjalanan dari Afrika Masuk ke Indonesia

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Presiden Afrika Selatan Serukan Pencabutan Larangan Perjalanan karena Varian Omicron.
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyerukan agar negara-negara yang melarang perjalanan dari Cape Town untuk mencabut aturan tersebut.(Archive Photo/GCIS)

"Larangan bepergian tidak diinformasikan oleh sains," tambahnya.

"Satu-satunya hal yang akan dilakukan larangan perjalanan adalah untuk lebih merusak ekonomi negara-negara yang terkena dampak dan merusak kemampuan mereka untuk menanggapi, dan pulih dari pandemi," tambahnya.

"Pembatasan ini tidak dapat dibenarkan dan mendiskriminasi secara tidak adil terhadap negara kami dan negara-negara saudara kami di Afrika selatan."

Komentar yang dilontarkan Ramaphosa pada Minggu (27/11/2021) datang ketika varian Omicron yang memiliki mutasi 30 protein lonjakan itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia.

Akibatnya, lusinan negara memasukkan Afrika Selatan dan negara tetangganya ke daftar hitam.

Baca juga: Waspada Varian Omicron, Maroko Tangguhkan Semua Penerbangan Masuk Selama 2 Minggu

Baca juga: Inggris Deteksi Kasus Ketiga Varian Omicron

Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam.
Protein lonjakan Omicron dengan mutasi baru terlihat dalam warna merah, biru, emas dan hitam. (Pusat Penelitian Virus di Universitas Glasgow)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron sebagai variant of concern (VOC) yang berpotensi menular daripada varian sebelumnya.

Penangguhan penerbangan yang mendadak telah membangkitkan kekhawatiran industri pariwisata Afrika Selatan.

Sektor pariwisata Afrika Selatan kehilangan sekitar 10 miliar dolar pada 2020 kemarin karena pengunjung turun drastis.

Kini, diperkirakan Afrika Selatan kembali kehilangan sekitar 10 juta dolar setiap minggu akibat penangguhan penerbangan.

Negara ini adalah yang paling parah dilanda virus di Afrika, dengan sekitar 2,9 juta kasus dan 89.797 kematian dilaporkan hingga saat ini.

Berita lain terkait dengan Omicron

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas