Tribun

Virus Corona

WHO Sebut Risiko Global Varian Covid-19 Omicron Sangat Tinggi, Desak Percepat Vaksinasi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan varian Covid-19 menyebar secara internasional, dan risiko globalnya sangat tinggi

Editor: hasanah samhudi
WHO Sebut Risiko Global Varian Covid-19 Omicron Sangat Tinggi, Desak Percepat Vaksinasi
AFP/WILLIAM WEST
Pelancong internasional yang mengenakan alat pelindung diri (APD) tiba di Bandara Tullamarine Melbourne pada 29 November 2021 ketika Australia mencatat kasus pertama varian Omicron dari Covid-19. (Photo by William WEST / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA  - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, varian Covid-19 Omicron kemungkinan akan menyebar secara internasional, menimbulkan risiko global yang sangat tinggi di mana lonjakan infeksi dapat memiliki konsekuensi parah di beberapa daerah.

Dalam saran teknis kepada 194 negara anggotanya, WHO mendesak mereka untuk mempercepat vaksinasi kelompok prioritas tinggi dan untuk memastikan rencana mitigasi tersedia untuk mempertahankan layanan kesehatan penting.

"Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya pada pandemi," kata WHO.

"Risiko global secara keseluruhan terkait dengan varian baru yang menjadi perhatian Omicron dinilai sangat tinggi,” tambah WHO.

Disebutkan, belum ada laporan kematin terkait dengan Omicron hingga saat ini.

Baca juga: Pemerintah Tutup Pintu Masuk ke Indonesia dari 11 Negara Terkait Varian Omicron, Ini Daftarnya

Baca juga: Cegah Varian Omicron, Negara-negara di Dunia Perketat Pembatasan dan Larang Kedatangan Asing

Namun WHO mengingatkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menilai potensi Omicron menghindari imunitas yang terbentuk dari vaksin atau infeksi sebelumnya.

Menurutnya, meningkatnya kasus, terlepas dari perubahan tingkat keparahan, dapat menimbulkan tuntutan yang luar biasa pada sistem perawatan kesehatan dan dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas.

“Dampaknya pada populasi yang rentan akan sangat besar, terutama di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang rendah,” sebut WHO.

Afrika Selatan

Varian Omicron ini pertama kali dilaporkan ke WHO pada 24 November dari Afrika Selatan, di mana infeksi telah meningkat tajam.

Baca juga: Belanda Deteksi 13 Penumpang Pesawat dari Afrika Selatan Positif Terpapar Omicron

Baca juga: WHO Kritik Negara yang Menutup Pintu untuk Afrika, Sebut Tak Efektif Cegah Penularan Varian Omicron

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas